Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Ledakan Hantam Ibukota Afghanistan Dekat Masjid Syiah

Sabtu 30 Sep 2017 14:36 WIB

Red: Agus Yulianto

Personel Keamanan berjaga di lokasi serangan bom bunuh di Afghanistan (Ilustrasi)

Personel Keamanan berjaga di lokasi serangan bom bunuh di Afghanistan (Ilustrasi)

Foto: AP Photo/Rahmat Gul

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Kelompok IS mengaku bertanggung jawab atas serangan bunuh diri di dekat sebuah masjid besar Syiah di ibu kota Afghanistan pada Jumat (29/9). Setidak-tidaknya, ledakan itu menewaskan satu orang dan melukai lima lagi.

Ledakan tersebut terjadi di wilayah Qala-e Fatehullah, Kabul, dekat Masjid Hussainya, dan terjadi ketika pasukan keamanan meningkatkan kewaspadaannya atas kemungkinan adanya serangan selama Ashura, perayaan tersuci dalam kalender keagamaan Syiah.

Presiden Ashraf Ghani mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan, bahwa para pelaku penyerangan tidak akan dapat mengguncang kesatuan warga Afghanistan dengan melancarkan serangan yang "tidak manusiawi dan tidak beragama" .

Sebuah pernyataan dari kelompok IS, yang telah mengakui sederetan serangan terhadap Syiah selama dua tahun belakangan, mengatakan, bahwa petempurnya telah melakukan serangan tersebut.

Afghanistan, sebuah negara yang kebanyakan penduduknya adalah penganut Islam Sunni, umumnya terhindar dari kekerasan sektarian yang telah menghancurkan negara-negara seperti Irak, namun terjadi peningkatan jumlah serangan terhadap pengikut Syiah dalam beberapa tahun belakangan.

Petugas keamanan mengatakan setidak-tidaknya dua penyerang tewas ketika mereka melakukan operasi. Serangan tampaknya direncanakan untuk menyasar sebuah masjid, hanya sebulan setelah 20 orang tewas ketika beribadah di masjid Syiah lainnya di Kabul.

Sebuah rumah sakit yang dikelola oleh kelompok bantuan Italia, "Emergency", mengatakan, bahwa lima korban terluka akibat ledakan tersebut. Namun, saksi di tempat kejadian tersebut mengatakan bahwa delapan atau sembilan orang menderita luka atau tewas.

Kelompok garis keras setempat yang terhubung dengan jaringan IS telah mengakui beberapa serangan yang menyasar Syiah di Kabul dalam beberapa tahun belakangan dan pemerintah telah mengizinkan masyarakat Syiah untuk menempatkan penjaga bersenjata di dekat masjid menjelang Ashura.

Tidak ada informasi sensus yang dapat dipercaya mengenai jumlah masyarakat Syiah di Afghanistan, namun diperkirakan berkisar antara 10-20 persen, dengan sebagian besar berasal dari Hazara dan kelompok suku Tajik.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA