REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Amerika Serikat dilaporkan sedang menjajagi pencarian negara ketiga yang bersedia menampung penguasa Libya, Moammar Qaddafi sebagai pemohon suaka. Padahal, Qaddafi tetap bersikeras mempertahankan kekuasaannya dan menolak mundur.
Harian The New York Times edisi hari Minggu (17/4) menyatakan, Amerika Serikat secara hati-hati mengirimkan utusannya untuk menjajagi kemungkinan adanya negara yang bersedia memberikan suaka kepada Qaddafi. Media ini mengutip sedikitnya tiga orang sumber di pemerintahan Barack Obama, yang membenarkan adanya upaya mencari negara pemberi suaka itu.
Pencarian difokuskan pada negara-negara di Afrika yang pernah dibantu Qaddafi dengan uang dari penjualan minyak Libya. Juga, negara itu tidak meratifikasi konvensi Mahkamah Pidana Internasional. "Dengan cara ini ia dapat dibujuk untuk bersedia mempertimbangkan tawaran mendapat suaka," ujar sumber itu pada The New York Times.
Hingga kini, sekitar 50 persen negara-negara di Afrika dan juga AS sendiri, belum meratifikasi Statuta-Roma bagi pendirian Mahkamah Pidana Internasional. Qaddafi terancam ekstradisi ke Mahkamah Pidana Internasional, berkaitan dengan serangan teror terhadap pesawat PanAm pada tahun 1988 di kawasan udara Lockerbie di Skotlandia.