REPUBLIKA.CO.ID, SANAA - Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengirimkan pujian dan ucapan selamat bagi militernya setelah sebuah laporan mengkonfirmasi terbunuhnya Buron terakhir Alqaidah, Anwar al-Awlaki bersama seorang pengikutnya, Samir Khan. Keduanya tewas dalam sebuah serangan udara pesawat tak berawak dalam sebuah operasi yang dilakukan militer AS.
"Keberhasilan ini merupakan penghargaan untuk komunitas intelijen kita, dan Yaman," tambah Obama. "Awlaki dan organisasinya telah secara langsung bertanggung jawab atas kematian banyak warga Yaman," katanya.
Terbunuhnya Al Awlaki disambut gembira di Barat. Ia selama ini dikenal sebagai propagandis dan pimpinan militan yang menarget Amerika Serikat dan Eropa.
Melalui situs yang dikelola kelompok garis keras, ia rajin mengobarkan semangat melawan AS dan Barat dan disebarkan melalui nternet dari tempat-tempat persembunyian di pegunungan Yaman. Kelompoknya juga aktif merekrut anak-anak muda. Terakhir, al-Awlaki merekrut anak-anak muda Muslim Nigeria untuk menjatuhkan sebuah jet AS pada Natal tahun sebelumnya dan berada di belakang bom mobil yang gagal di New York City.
Al Awlaki adalah kelahiran AS tahun 1971. Pada April 2010, CIA mengeluarkan seruan 'bunuh atau tangkap' baginya.
Obama mengatakan bahwa al-Awlaki bertanggung jawab atas serangan teroris terhadap Amerika. "Dia merancang upaya untuk meledakkan pesawat kargo AS pada tahun 2010 tapi gagal, dan ia berulang kali menyerukan pada individu di Amerika Serikat dan di seluruh dunia untuk membunuh pria, wanita, dan anak-anak yang tak berdosa," kata Obama.
Ia berharap, gerakan Alqaidah terhenti dengan terbunuhnya Al Awlaki. "Kematian Awlaki adalah pukulan besar bagi operasi paling aktif afiliasi Alqaidah. Awlaki adalah pemimpin operasi eksternal Al Qaidah di Semenanjung Arab, "kata Obama. "Kematian Awlaki menandai tonggak penting dalam upaya lebih luas untuk mengalahkan Alqaidah dan afiliasinya."