Kamis 25 Jul 2013 12:42 WIB

56 Tewas Dalam Kecelakaan Kereta di Spanyol

Rep: Ichsan Emrald Alamsyah/ Red: Karta Raharja Ucu
Ilustrasi kecelakaan
Foto: IST
Ilustrasi kecelakaan

REPUBLIKA.CO.ID, SANTIAGO DE COMPOSTELA -- Sedikitnya 56 orang tewas dan 70 orang lainnya luka-luka ketika sebuah kereta tergelincir di pinggiran Kota Santiago De Compostela, Spanyol, Rabu (24/7) waktu setempat. Insiden itu adalah salah satu kecelakaan kereta paling buruk di Eropa.

Berdasarkan laporan Reuters, di lokasi kejadian puluhan jenazah korban sudah dievakuasi dari dalam gerbong kereta. Jenazah-jenazah itu ditutupi kain tepat di sebelah kereta itu. Sementara dari dalam rongsokan kereta mengepul asap.

Petugas pemadam kebakaran juga berusaha membuka reruntuhan kereta untuk bisa mengeluarkan korban yang selamat. Di lokasi ambulans dan mobil pemadam telah siap sedia.

Kesimpulan sementara, tragedi itu adalah murni kecelakaan. Namun, bayangan ledakan kereta pada 2004 yang menewaskan 191 jiwa masih membayangi Negeri Matador tersebut. Seorang sumber dari pemerintah mengatakan sabotase atau serangan bisa saja terjadi.

Kereta yang dioperasikan perusahaan milik pemerintah, Renfe mengangkut 247 penumpang. Kereta itu tergelincir di malam perayaan festival Saint James di kota tua itu. Ribuan jamaah Kristiani dari seluruh juga sedang menuju kota itu.

Seorang penumpang yang diwawancarai radio lokal Cadena Sar, Ricardo Montesco mengatakan, kecelakaan terjadi begitu cepat. Kereta terlihat berbelok kemudian terbalik, hingga akhirnya setiap gerbong seakan-akan menumpuk satu sama lain.

Ia pun melihat orang-orang tergencet ke bawah. Hingga kemudian sebagian yang selamat mencoba keluar gerbong. Ia pun akhirnya menyadari kereta terbakar. ''Saya berada di gerbong kedua, dan itu terbakar, saya melihat mayat,'' tuturnya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (25/7).

Juru bicara Perdana Menteri Mariano Rajoy, mengatakan kemungkinan PM Mariano akan mengunjungi lokasi, Kamis pagi ini. Mariano Rajoy diketahui lahir di Santiago de Compostela. Dalam sebuah pernyataan, PM Mariano Rajoy mengatakan, sebagai warga Spanyol dan Galician, ia merasakan simpati begitu dalam. Apalagi tragedi terjadi ketika akan digelar perayaan besar di Santiago de Compostela. Akibat kecelakaan itu, badan turisme Santiago de Compostela mengatakan semua festival akan dibatalkan. Termasuk acara High Mass di Katedral tua di kota itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement