Sabtu 27 Jul 2013 06:31 WIB

Cara Militer Mesir Singkirkan Oposisi

Militer Mesir
Foto: AP/Hassan Ammar
Militer Mesir

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO---Seluruh jaringan televisi nasional yang hampir semuanya milik pemerintah hanya menyiarkan demo besar pro-tentara dan mengabaikan demo serupa dari Ikhwanul Muslimin pendukung presiden terguling Mohamed Mursi. "Ini sangat tidak adil. Saya sebagai warga Mesir melihat situasi di Mesir melalui televisi asing," kata Nadia Al Shadly, pegiat hak asasi manusia.

Nadia mengecam keras media massa terutama televisi Mesir yang dalam laporannya hanya menyoroti demo pro penguasa dan sangat bias terhadap pendukung Ikhwanul Muslimin yang kini beroposisi. Pegiat HAM itu juga mengutuk sikap penguasa transisi atas penutupan seluruh media cetak dan larangan tayang terhadap sedikitnya enam jaringan televisi yang dianggap pro-Mursi.

Kecemasan serupa diutarakan pengamat masalah pers, Hashem Abdel Hamid. Menurut dia, kediktaroran sistematis telah terjadi di Mesir pasca-kudeta pelengseran Presiden Mursi dengan pemberangusan media massa dan penangkapan sejumlah wartawan tanpa tuduhan yang jelas. "Ada kalangan wartawan ditangkap hanya karena menggunakan kata kudeta militer dalam laporannya," kata Abdel Hamid.

Kantor berita Mesir, MENA, melaporkan, seluruh jaringan televisi pada Jumat menunda tayangan reguler Ramadhan untuk khusus menyiarkan secara langsung demo besar pro tentara di Bundaran Tahrir, pusat kota Kairo, Istana Al Ettihadiyah di Kairo timur dan berbagai kota provinsi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement