REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -– Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak membantah pernah mengatakan kata-kata seperti "crash" atau "tidak selamat" saat mengumumkan bahwa pesawat MH370 berakhir di Samudera Hindia selatan pada tanggal 24 Maret.
Hal ini diperjelas Hishammuddin saat konferensi pers hari Senin (31/3), menyusul tuntutan permintaan maaf dari keluarga penumpang Cina kepada pemerintah Malaysia.
Hishammuddin mengatakan bahwa bagian dari permintaan yang diminta oleh keluarga penumpang Cina merupakan tuduhan bahwa perdana menteri atau pemerintah Malaysia telah menyatakan bahwa pesawat telah benar-benar jatuh dan tidak ada yang selamat.
"Itu benar-benar salah... Tidak ada yang menyebutkan crash atau no survivors," katanya mengutip pernyataan Najib pada 24 Maret.