Ahad 13 Apr 2014 03:00 WIB

Menlu Prancis Lakukan Kunjungan Bersejarah ke Kuba

Rep: c54/ Red: Indira Rezkisari
.
Foto: AP
.

REPUBLIKA.CO.ID, HAVANA -- Menteri Luar Negeri Prancis, Laurent Fabius, tiba di Kuba Sabtu ini (12/4) dalam sebuah kunjungan bersejarah, sebagai pejabat tinggi Prancis pertama yang menginjak Kuba dalam 30 tahun terakhir. Kehadiran Laurent di negara Karibia tersebut menjadi pertanda langkah maju upaya peningkatan kerjasama Uni Eropa dan Havana.

Laurent dijadwalkan menghadiri jamuan makan siang dari rekan Kuba-nya, Bruno Rodriguez, sebelum menggelar pertemuan dengan pemuka Katolik terkemuka, Kardinal Jaime Ortega, bersama para pebisnis Prancis. Rodriguez sendiri sebelumnya bertemua Laurent di Perancis bulan lalu.

"Kami berharap dia (Laurent) berhasil membuka dialog politik, termasuk mengenai HAM, dan peluang bisnis yang disokong oleh reformasi ekonomi di Kuba," ujar salah seorang diplomat Prancis, seraya menambahkan bahwa tidak akan ada penandatanganan kesepakatan apapun.

Seperti diwartakan kantor berita AFP, sejak Laurent memangku jabatan Menlu pada 2012, dia banyak mencurahkan fokus diplomasi Prancis untuk memenangkan kontrak-kontrak di negara-negara di mana Prancis sebelumnya dianggap lemah. Hal tersebut dilakukan sejalan dengan niat Paris untuk membuka banyak peluang bisnis di luar negeri.

Prancis berharap dapat mengembangkan bisnisnya di Amerika Latin, dan melihat Kuba sebagai pemain penting di kawasan tersebut. Hal tersebut terindikasi dari pertemuan kawasan yang digelar di Kuba tahun ini, di mana Brazil dan Meksiko mulai menunjukan kenaikan aktivitas mereka di sana. 

Kerjasama ekonomi Kuba dan Prancis mencatatkan angka 388 dolar AS, yang utamanya bersumber dari ekspor Prancis ke negeri berpaham sosialis tersebut. Perusahaan konstruksi dan permesinan Bouygues, perusahaan minuman Pernod-Ricard, perusahaan perhotelan Accor, serta perusahaan negeri Total, adalah beberapa contoh, dari sekitar 60 korporasi asal Prancis yang sudah beroperasi di sana. Sebelum ke Kuba, Laurent berkunjung ke Meksiko, dijadwalkan kembali ke Perancis pada Sabtu malam. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement