Rabu 14 May 2014 19:58 WIB

Pakar Serangga Promosikan Kecoa Australia

Red:
abc news
abc news

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Bagi kebanyakan orang kecoa hanya dianggap sebagai serangga kotor yang menjijikan dan penyebar kuman penyakit. Namun pakar serangga Australia, David Rentz, justru berusaha menjual positif serta manfaat kecoak asli Australia.

Diperkirakan ada lebih dari 4.000 spesies kecoa di seluruh dunia, dan Australia memiliki lebih dari 500 jenis kecoak khas yang hanya bisa dijumpai di Benua Australia.

Dari sekitar 4.000 spesies kecoak yang ada, hanya lima jenis saja yang dikategorikan sebagai hama dan itupun jumlahnya hanya 1% atau sekitar 30 spesies saja yang mampu menularkan sejumlah penyakit di dunia.

Meski demikian jumlah yang sedikit itu telah merusak nama serangga kecoak  secara keseluruhan.

Menurut seorang ahli serangga atau ahli entomologi, David rentz, Australia bisa mengklaim memiliki kecoak terbesar dan terkecil di dunia. Namun kondisi itu pun tetap saja tidak mampu mengangkat nilai atau kebanggan terhadap serangga kecoak tersebut.

Dan bahkan reputasi kecoa sebagai serangga menurut Rentz jauh lebih buruk dibandingkan serangga lainnya. Hal ini kemungkinan karena serangga  lekat dengan citra penyakit dan kotor. Karenanya, serangga ini emiliki reputasi buruk.

David Rentz kemudian berusaha memperbaiki reputasi kecoa asli Australia dengan menulis buku baru berjudul A Guide to the Cockroaches of Australia – Pedoman Mengenal Kecoak Australia.

Rents mengatakan serangga kecoak sebenarnya memiliki manfaat bagi lingkungan. Misalnya Kecoak akan mengolah sampah daun-daunan dan mengembalikannya ke tanah, selain itu mereka juga merupakan bagian penting dari rantai makanan, karena menawarkan spesies predator makanan dibanyak pada siang hari di banyak lokasi di seluruh negeri.

 

 

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement