Rabu 01 Apr 2015 06:09 WIB

Video Germanwings: Penumpang Teriak 'Tuhan' dengan Berbagai Bahasa

Red: Ilham
Bunyi logam diklaim sebagai usaha pilot Germanwings membuka pintu kokpit
Foto: Reuters
Bunyi logam diklaim sebagai usaha pilot Germanwings membuka pintu kokpit

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Sebuah video klip pendek berhasil ditemukan di anatara puing-puing pesawat Germanwings A320 Airbus di Gunung Alpen. Video itu menunjukkan penumpang berteriak histeris menyebut 'Ya Tuhan' pada detik-detik pesawat terjun ke Pegunungan Alpen, Prancis secara dramatis.

Dalam video itu, jeritan penumpang bisa didengar. "Termasuk beberapa berteriak 'Ya Tuhan' dalam berbagai bahasa," tulis koran Jerman, Bild, seperti dilansir laman The Mirror, Selasa (31/3), malam.

Keberadaan video itu diungkap oleh majalah Perancis, ParisMatch dan tabloid koran terbesar di Jerman, Bild. Mereka menulis bahwa video itu ditemukan di antara puing-puing bencana yang menewaskan 150 orang tersebut.

Video itu dibuat pada detik-detik paling akhir kejadian itu. Namun, tidak diketahui apakah diambil oleh seorang penumpang atau anggota awak kabin. Video menunjukkan bahwa bodi pesawat sempat bergesekan dengan tepi gunung sehingga membuat semua penumpang berteriak histeris, sebelum moncong pesawat benar-benar menabrak.

Menurut koran Bild, rekaman ini sangat kabur dan hampir tidak ada seorang pun dalam video itu yang dapat diidentifikasi. Tetapi hingga saat ini masih diselidiki sebagai salah satu bukti kunci dari peristiwa itu​.

Bagian terpenting dari video itu adalaha adanya suara benturan "logam" tiga kali yang terdengar. Suara logam itu mendukung laporan bahwa Kapten Patrick Sondenheimer, yang terkunci dari dek penerbangan oleh kopilot Andreas Lubitz, berusaha keras untuk membuka pintu dengan kapak atau benda keras lainnya saat hidung A320 Airbus mencium pegunungan Alpen.

Hal ini berkaitan dengan suara yang terekam kotak hitam, bagaimana ayah dua anak itu meminta Lubitz membuka pintu. Namun, Lubitz mengabaikannya sehingga sang pilot tidak menemukan jalan lain untuk menyelamatkan nyawa 150 penumpang dan awak kapal.

Baik koran Bild maupun majalah ParisMatch telah menerbitkan video tersebut. Mereka menyatakan video ditemukan oleh seorang sumber yang terlibat atau dekat dengan penyelidikan.

Sementara, perkembangan penyelidikan dari kasus ini adalah bahwa Andreas Lubitz pernah memberitahu Lufthansa, pejabat di sekolah pelatihan penerbangan, bahwa ia sedang menderita depresi berat.

CEO Lufthansa sebelumnya mengatakan, perusahaan penerbangan tidak menyangka jika depresi itu bisa mendorong Lubitz menjatuhkan Airbus A320 ke pegunungan Alpen Perancis. Lufthansa mengatakan, Andreas Lubitz telah berhenti dari pelatihan pilot selama beberapa bulan. Tetapi kemudian dia lulus pemeriksaan medis dan mengkonfirmasi kebugaran dirinya untuk terbang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement