Selasa 18 Aug 2015 07:27 WIB

Inilah 19 Kriminal Australia yang Sedang Dicari

Inilah daftar 19 kriminal paling dicari di Australia pada 2015.
Foto: abc
Inilah daftar 19 kriminal paling dicari di Australia pada 2015.

REPUBLIKA.CO.ID, VICTORIA -- Polisi Australia, Senin (17/8) mengeluarkan daftar penjahat yang saat ini masih dicari oleh pihak berwenang karena melarikan diri atau belum tertangkap.

Di antara mereka terdapat pelaku penipuan, predator seks, dan juga terlibat dalam pembunuhan. Sebanyak 18 pria dan seorang perempuan dicari kepolisian di seluruh Australia.

Setiap tahun, polisi Australia mengeluarkan daftar tahunan. Pada 2014, setelah muncul daftar tersebut, polisi berhasil menangkap tujuh orang.

"Ini adalah pencarian secara nasional, dan kami mencari para kriminal ini yang mungkin saja berada di komunitas anda. Mereka ini mungkin saja pernah tinggal di Victoria, atau memiliki hubungan dengan Victoria, dan kami mengimbau warga di seluruh Australia yang mungkin memiliki informasi mengenai keberadaan mereka" kata Samantha Hunter, direktur eksekutif  Crime Stoppers Victoria.

Salah seorang yang masuk dalam daftar adalah Stuart Pearce (baris kedua paling kanan) dari Australia Selatan. Dia dicari karena membunuh istri dan tiga anaknya di Parafield Gardens di Australia Selatan di 1991.

Ada hadiah satu juta dolar AS bagi mereka yang bisa memberikan informasi mengenai keberadaan Pearce dan ketika nanti pengadilan bisa menjatuhkan keputusan bersalah. Yang lainnya adalah Wade Mackenzie (baris ketiga dari atas di tengah) yang dicari berkenaan dengan penganiayaan menggunakan tongkat bisbol di Mordialloc, Victoria pada 2013.

Bernd Neumann (baris keempat dari atas paling kiri) juga masuk dalam daftar tahun ini karena melarikan diri dari penjara padahal masih harus menjalani hukuman 11 tahun karena kejahatan serius berkenaan dengan narkoba.

Leslie Gordon Sharp (baris pertama dari atas, paling kanan) dicari karena tidak melapor kembali ke polisi setelah dibebaskan karena percobaan pembunuhan, pemerkossan, dan tindak penganiayaan seksual lainnya di Queensland.

"Kami yakin masyarakat adalah kunci bagi informasi mengenai tindak kriminal, dan percaya mereka bisa membantu." kata Samantha Hunter.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement