REPUBLIKA.CO.ID, ADELAIDE -- Batu-batu Opal yang bernilai lebih dari Rp 10 miliar telah diserahkan kepada Museum Australia Selatan di Adelaide.
Sumbangan itu diberikan setelah adanya pameran opal yang dilakukan oleh museum tersebut, yang mencetak rekor dari sisi jumlah orang yang hadir maupun pendapatan tiket pengunjung. Batu Opal adalah batu permata nasional Australia karena 87 persen produksi opal dunia berasal dari Australia.
Salah satu opal yang disumbangkan bernama Candle of Life, batu yang berbentuk seperti pipa yang berasal dari sisa fosil binatang laut sotong yang berusia 100 juta tahun. Batu tersebut diperkirakan bernilai 345 ribu dolar AS (sekitar Rp 3,4 miliar)
Nick Kollias adalah salah seorang yang memiliki profesi penentu harga opal. Kollias mengatakan pameran baru-baru ini yang diadakan guna menandai 100 tahun penemuan opal di Australia Selatan, merupakan peristiwa yang penting karena jumlah penambang opal semakin menurun di Australia.
"Kebanyakan opal yang berharga, spesimen opal dan fosil opal dimiliki oleh kolektor pribadi, dan sangat susah untuk mendapatkannya untuk dipamerkan. Peluang untuk menemukan opal baru di alam atau fosil opal hampir tidak ada lagi," katanya.
Direktur Museum Brian Oldman mengatakan ada 11 spesimen opal penting yang disumbangkan.
"Karena adanya pameran, kami mendapatkan sumbangan spesimen opal yang keseluruhan bernilai lebih dari satu juta dolar AS. Opal ini sebelumnya merupakan koleksi pribadi. Mereka melihat adanya pameran, kemudian mereka meminjamkan dan kemudian malah disumbangkan ke museum." kata Oldman.
Oldman mengatakan pameran itu juga telah membantu mempopulerkan opal di kalangan masyarakat di Australia Selatan.
"Kami sudah berbicara dengan toko perhiasan di Adelaide, dan mereka mengatakan pameran kemarin membuat minat untuk membeli perhiasan opal muncul lagi dan penjualan perhiasan opal meningkat menjelang Natal tahun lalu," kata Oldman .
Sekitar 27 ribu orang mengunjungi pameran opal yang berlangsung dari September sampai Februari.
Baca juga: Warga Hong Kong Protes Penggunaan Teks Huruf Cina di TV