REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Kedutaan Besar RI di Canberra memamerkan beragam rumah adat nusantara untuk mempromosikan daya tarik pariwisata Indonesia yang belum banyak dikenal oleh publik Australia
Pameran yang digelar di Balai Kartini KBRI, Rabu (2/3), dihadiri publik Australia dan tamu asing yang tergabung dalam Women International Club (WIC) di Canberra. WIC beranggotakan berbagai profesi, antara lain diplomat, pejabat pemerintah, penulis, seniman hingga akademisi.
Ketua DWP KBRI Canberra Nino Nadjib Riphat menyatakan promosi budaya Indonesia melalui Indonesian Cultural Circle (ICC) merupakan salah satu program utama dari organisasi yang dipimpinnya selama ini.
"Rumah adat Indonesia yang terdiri atas beragam kekhasan desain, arsitektur dan ornamen, perlu diperkenalkan di kalangan masyarakat Australia karena dapat menjadi salah satu daya tarik pariwisata Indonesia," katanya.
Menurut rilis yang diterima oleh ABC Australia Plus Indonesia, Nino Nadjib Riphat menambahkan corak rumah adat Indonesia sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis, alam dan budaya di tanah air. "Saking banyaknya ragam rumat adat, tidak semua orang Indonesia, berkesempatan untuk melihat dari dekat rumah tradisional di berbagai provinsi di Indonesia," ujar pendiri ICC di 2000 ini.
Melalui pameran ini, kata Nino Riphat, diharapkan masyarakat Australia dan anggota WIC berkesempatan mendapatkan pengenalan dan pengetahuan secara langsung mengenai rumah adat Indonesia.