REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Penampakan, aroma, dan hasil masaknya menyerupai daging, namun daging burger ini sepenuhnya terbuat tumbuhan. Daging alternatif yang terbuat dari tumbuhan sejak lama dianggap sebagai ranah kaum vegan, tanpa kepuasan prima yang cuma bisa ditemukan dalam daging hewani.
Namun perusahaan teknologi di berbagai negara berlomba mengubah hal ini, melakukan investasi jutaan dolar di perusahaan rintisan yang mengklaim mampu membuat daging alternatif yang lebih sehat, berkelanjutan, dan bagus buat lingkungan.
Salah satu perusahaan terkemuka di bidang ini, Beyond Meat telah memiliki produk di pasaran dan mendapat dukungan dari Bill Gates, salah satu pendiri Twitter Biz Stone, serta perusahaan penanaman modal di balik Google dan Amazon, Kleiner Perkins Caufield & Byers.
Perusahaan-perusahaan yang membuat daging alternatif ini sesumbar hampir tak seorang pun yang bisa membedakan antara produk mereka dengan daging hewan yang asli. Perusahaan Cile, The Not Company akan memasarkan produk-produknya di jaringan supermaket di Cile pada 15 Juli mendatang.
"Perusahaan ini disebut The Not Company sebab kami memang bukan perusahaan, kami lebih merupakan gerakan. Ada sesuatu yang keliru dengan industri makanan. Mereka sangat tidak efisien, dan sains di balik industri makanan itu sendiri didasarkan atas bagaimana kita bisa mendapatkan keuntungan yang lebih baik dengan melakukan sintesis dan manipulasi kimiawi, seringkali dengan mengabaikan bahwa yang akan mengonsumsi produk itu adalah manusia," jelas salah seorang pendirinya, Matias Muchnick.