Senin 03 Oct 2016 03:36 WIB

50 Demonstran di Ethiopia Tewas Terinjak-injak

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ilham
Demonstasi di Ethiopia (ilustrasi).
Foto: Reuters
Demonstasi di Ethiopia (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA.CO.ID -- Setidaknya 50 orang di Ethiopia tewas terinjak setelah polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan para pengunjuk rasa antipemerintah Ethiopia. Kejadian terjadi di sebuah festival keagamaan tahunan di Kota Bishoftu, 40 kilomete dari ibu kota Addis Ababa, di mana dua juta orang menghadiri acara tersebut.

Adapun festival tersebut berlangsung di Oromia, salah satu daerah yang paling sensitif di negara itu. Beberapa bulan terakhir, banyak protes yang berujung mematikan pada saat menuntut kebebasan yang lebih luas di daerah itu.

Seperti dilansir The Independent, banyak pengunjuk rasa yang dilaporkan meneriakkan 'kita perlu kebebasan' dan kita perlu keadilan oleh tetua masyarakat yang disampaikan di festival. Beberapa demonstran lalu melambaikan bendera merah, hijau dan kuning dari Front Pembebasan Oromo, kelompok pemberontak yang dicap sebagai organisasi "teroris" oleh pemerintah.

Laporan mengatakan, kemudian beberapa orang melemparkan batu dan botol plastik. Lalu, polisi merespon dengan menggunakan gas air mata dan menembakkan peluru karet.

Lalu kerumunan berlarian yang membuat sebagian orang terjatuh dan terinjak-injak. Beberapa orang bahkan masuk ke parit, seperti diceritakan saksi kepada Reuters.

Pemerintah Ethiopia setelahnya membenarkan peristiwa maut itu dan merilis pernyataan banyak orang telah dibawa ke rumah sakit. "Sebagai akibat dari kekacauan, orang meninggal dan beberapa terluka dibawa ke rumah sakit," kata kantor komunikasi pemerintah dalam sebuah pernyataan, tanpa memberikan angka. "Mereka yang bertanggung jawab akan diadili."

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement