REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Lomba pacuan kuda Melbourne Cup diselenggarakan setiap tahun di Selasa pertama di November, dan merupakan lomba yang paling banyak ditonton oleh warga Australia. Tahun ini, kuda "Phar Lap" salah satu kuda paling terkenal merayakan ulang tahun ke-90, simbol cerita menarik dari Melbourne Cup.
Pada Rabu (5/10) ratusan orang berkumpul di luar Museum Melbourne guna merayakan ulang tahun kuda Phar Lap. Ratusan orang tersebut membuat mural dari kepala kuda pacu tersebut yang terdapat di halaman museum.
Secara simbolis, museum kemudian menyediakan kue wortel untuk merayakan ulang tahun Phar Lap. Phar Lap sebelumnya lahir di Selandia Baru, 4 Oktober 1926 dan menurut cerita ketika berumur satu tahun, saat dilatih untuk menjadi kuda pacu, tidak banyak yang melihat kuda ini akan menjadi salah satu kuda pacu yang akan memenangkan banyak lomba.
Namun antara September 1929-November 1932, Phar Lap memenangkan 37 lomba dari 51 balapan yang diikutinya termasuk Melbourne Cup tahun 1930. Cerita mengenai kuda yang memenangkan Melbourne Cup selalu menjadi daya tarik namun Phar Lap memiliki daya tarik lebih banyak karena berbagai cerita lain yang menyertainya.
Kurator museum Melbourne Michael Reason mengatakan kisah perjuangan Phar Lap menuju puncak selama masa-masa sulit masih membekas di hati warga Australia. Di tahun 1930-an itu, Australia dan juga di seluruh dunia sedang mengalami apa yang disebut jaman Great Depression dimana keadaan ekonomi buruk.
"Ia adalah kuda yang tepat pada waktu yang tepat karena saat itu terjadi Depresi Besar dan kebanyakan orang berada dalam keadaan miskin. Kisah Phar Lap menjadi dongeng klasik, cerita hebat yang bisa dirasakan orang dan banyak orang menganggapnya sebagai pahlawan mereka," ujarnya.
Mengenang Phar Lap, ikon Melbourne
"Ia semacam ikon Melbourne, dan bagian dari kehidupan di Melbourne. Warga membawa anak-anak dan cucu-cucu mereka untuk melihatnya, warga mengunjunginya di sekolah," tutur Michael.
Ia mengatakan, salah satu alasan Phar Lap tetap menjadi salah satu atraksi museum paling populer adalah kualitas pengawetannya yang dilakukan oleh ahli taksidermi (pengawetan hewan) terbaik, saat itu, di New York.
"Pengawetannya dilakukan dengan keterampilan khusus. Ketika pengunjung melihatnya, mereka berkata 'dia tampak hidup', dan memang begitu kelihatannya,” jelas Michael.
"Mereka mengerjakannya dengan begitu serius, hingga mereka pergi ke arena pacuan kuda lokal dan belajar balap kuda untuk melihat apakah mereka benar-benar bisa mentransfernya dalam pekerjaan mereka," imbuhnya.
Misteri kematian Phar Lap
Misteri dan teori seputar kematian Phar Lap juga telah menambah pesona kuda jawara ini. "Media butuh waktu untuk memahaminya, jadi ketika ia pergi ke Amerika dan tiba-tiba mati dalam keadaan misterius, warga tak tahu apa yang terjadi," ungkap Michael.
"Ia memenangi perlombaan bergengsi di Amerika Utara dan mengalahkan kuda terbaik di dunia. Bagi masyarakat, itu tampaknya sangat mencurigakan," tambahnya.
Metode otopsi dasar pada 1932 menunjukkan tidak adanya penyebab meyakinkan. Sampai sekarang semua itu masih menyimpan misteri apakah Phar Lap diracun ataukah ia meninggal karena sebab alami.
"Ada juga teori yang menyebut itu adalah keracunan tak disengaja karena kuda pacuan diberi makan sejumlah tonik yang berbeda dan diberi krim yang mengandung zat-zat tak akan anda gunakan sekarang," kata Michael.
Ia menerangkan, "Salah satunya adalah minuman tonik yang mengandung arsenik berkadar kecil. Ini misteri, saya pikir kami tak akan pernah memecahkannya tetapi itu justru menambah keunikan cerita mengenai kuda ini ini," katanya.
Melbourne Cup 2016 akan dilangsungkan Selasa (2/11) di lokasi pacu Flemington, dan kuda yang menjadi pemenang akan mendapat hadiah jutaan dolar. Hari itu juga adalah hari libur nasional di Australia.


