REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Di bangunan tua yang merupakan markas klub petugas penyelamat pantai Brighton Life Saving Club di Melbourne, Australia, sejumlah perempuan berhijab warna-warni, bercelana tebal dan menenteng tas terlihat berbeda dengan sekelilingnya. Mereka sedang belajar tentang keselamatan di pantai.
Para perempuan itu merupakan imigran asal Afghanistan, Sudan dan Ethiopia yang baru saja mendapat penjelasan betapa satu hari bersantai di pantai Melbourne dapat berubah sesuatu yang berbahaya. Penjaga pantai yang memberikan pelajaran berbicara perlahan-lahan agar bisa diterjemahkan. Ada contoh tragis mengenai dua anak yang tenggelam saat berenang di salah satu kawasan pantai.
Perempuan itu saling berpandangan, beberapa ada yang terlihat terkesiap. Mereka tidak bisa berenang dan ini merupakan kunjungan pertama ke pantai.
Selama tiga tahun, relawan dari klub petugas penyelamat Pantai Brighton ini dipilih untuk mengajarkan keselamatan di air buat pengungsi dan pencari suaka yang baru tiba di Australia. "Mengejutkan juga mengetahui betapa sedikitnya hal yang mereka pahami," kata juru bicara klub itu, Tim Bolton.
"Mereka tidak tahu berenang dan bahkan tidak memiliki gerakan refleks sekadar untuk berdiri dan menyadari mereka berada dalam air setinggi lutut. Mereka sudah pasti tidak memiliki pengetahuan mengenai bahaya di pantai, arus pecah atau apa pun," katanya.
Dalam tempo satu jam para perempuan itu sudah berada di pasir pantai. Mereka meletakkan tas dan bermain tarik tambang dengan sekelompok anak laki-laki asal Sudan Selatan. Mereka kalah namun senang dan tertawa. Kemudian sebuah bola dikeluarkan dan bersama dengan warga setempat, kelompok migran ini pun semakin dekat ke air.
Ke Pantai Melbourne
Salah seorang di antara mereka adalah Bushra Gamada yang pindah ke Victoria dari Sudan empat tahun lalu. Dia menjelaskan kalau dirinya siap untuk mengambil risiko. Dia berpegangan erat pada tali papan selancar dengan tatapan serius saat ditarik lebih jauh ke dalam air.
Warga lainnya asal Afghanistan, Habiba Gaffari, baru bermukim di Victoria selama delapan bulan. Keempat anaknya sudah pernah mengunjungi pantai dari kegiatan sekolah, tapi dia sendiri belum pernah. Hari itu, dia meninggalkan anak-anaknya di rumah dan datang untuk menjalin persahabatan. Dia tersenyum gugup dan mengaku menikmati pelatihan ini.
Membangun Kepercayaan
Kegiatan ini didukung oleh aktivis organisasi Catholic Care Tomasa Morales yang menyediakan bus dari Dandenong di pinggiran Melbourne. "Tak banyak orang percaya diri menyelam di air karena bagi kebanyakan imigran ini merupakan hal baru bagi mereka. Saya telah bertemu orang asal Afghanistan yang belum pernah melihat pantai," kata Morales.
"Kehidupan mereka sangat sulit di tempat asal mereka dan kadang tidak memiliki akses untuk hal-hal mendasar yang bagi kita di sini merupakan hal sangat biasa,” katanya.
Dia berharap mereka nantinya bisa pergi sendiri berpiknik ke pantai lengkap dengan selimut dan bekal makanan. "Anda tidak perlu menghabiskan banyak uang, hanya bersenang-senang dan melupakan betapa sulitnya hidup dan melupakan masa lalu dan trauma," kata Morales.

