REPUBLIKA.CO.ID, PYONGYANG -- Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un mengatakan uji coba rudal jarak
jauh akan dilakukan segera, Ahad (1/1). Persiapan yang dilakukan negara itu saat ini
dilaporkan semakin dekat.
Rudal jarak jauh yang hendak diujicobakan kali ini disebut mampu membawa hulu ledak nuklir. Kim menyampaikan pengumuman peluncuran sebagai bagian dari pesan tahun baru dari negara terisolasi itu.
"Penelitian dan pengembangan peralatan telah dilakukan secara aktif, persiapan uji peluncuran roket ICBM saat ini sedang dalam tahap akhir," ujar Kim dalam sebuah pidato yang disiarkan di stasiun televisi pemerintah Korut, dilansir BBC.
Sepanjang 2016, Korut telah melakukan dua uji coba nuklir. Termasuk salah satunya yang dikatakan berhasil dan terbesar.
Baru-baru ini, Korut juga mengklaim telah memiliki serangkaian terobosan rudal. Senjata itu diklaim telah dikembangkan secara luas dan mampu menjangkau hingga ke Amerika Serikat (AS) saat diluncurkan.
Meski demikian, seorang pejabat senior militer AS mengatakan masih ada hambatan teknologi yang terjadi dalam pengembangan rudal. Karena itu, Korut dinilai belum mampu menghasilkan senjata nuklir seperti klaim yang negara itu katakan.