Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Ribuan Migran Diselamatkan Secara Dramatis di Laut Mediterania

Sabtu 15 Apr 2017 04:21 WIB

Rep: Kabul Astuti/ Red: Ilham

Aksi dievakuasi imigran yang diselamatkan dari Laut Mediterania, Jumat (14/4).

Aksi dievakuasi imigran yang diselamatkan dari Laut Mediterania, Jumat (14/4).

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, MEDITERANIA -- Lebih dari 2.000 imigran yang berusaha mencapai Eropa dievakuasi dari perairan Mediterania, Jumat (14/4), dalam serangkaian aksi penyelamatan dramatis. Satu orang ditemukan tewas.

Seorang juru bicara penjaga pantai Italia mengatakan 19 operasi penyelamatan oleh penjaga pantai dan kapal-kapal organisasi non-pemerintah telah menyelamatkan total 2.074 migran. Mereka dievakuasi dari perairan dengan 16 perahu karet dan tiga perahu kayu kecil.

Lembaga nirlaba bidang medis, Medecins Sans Frontieres (MSF) mengatakan dalam kicauan di media sosial bahwa salah satu remaja ditemukan tewas di perahu karet. Para penumpang lain berhasil diselamatkan oleh kapal Aquarius. "Laut terus menjadi kuburan," tulis lembaga itu.

Juru bicara penjaga pantai mengonfirmasi adanya satu korban tewas, namun tidak memberikan rincian. MSF mengatakan, dua kapal mereka, Aquarius dan Prudence, telah menyelamatkan sekitar seribu orang di sembilan kapal.

Operasi penyelamatan juga dilakukan Phoenix, sebuah kapal dari Migrant Offshore Aid Station (MOAS). Rekaman video menunjukkan para penyelamat melompat ke dalam air di lepas panti Libya untuk membantu mereka.

Tak kurang dari 134 orang diselamatkan oleh kapal Phoenix. Semua berasal dari sub Sahara. Mereka kemudian dipindahkan ke kapal-kapal penjaga pantai Italia, untuk dibawa ke pelabuhan Italia.

"Dalam 19 tahun meliput kisah imigrasi, saya tidak pernah mengalami hal seperti ini," kata fotografer Reuters, Darrin Zammit Lupi, yang ikut di kapal Phoenix.

Menurut data International Organisation for Migration (IOM), hampir 32 ribu migran telah tiba di Eropa melalui jalur laut sepanjang tahun ini. Lebih dari 650 orang tewas atau hilang.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA