Senin 29 Jan 2018 16:54 WIB

Listrik Padam di Malam Terpanas Melbourne

Tingginya pemakaian daya listrik dituding sebagai penyebabnya.

Kawasan pantai di seputar Melbourne dipenuhi warga pada Ahad (28/1) malam saat suhu udara sangat panas.
Foto: ABC
Kawasan pantai di seputar Melbourne dipenuhi warga pada Ahad (28/1) malam saat suhu udara sangat panas.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Ribuan rumah mengalami pemadaman listrik justru di saat negara bagian Victoria, Australia mengalami malam terpanas dalam musim panas kali ini. Tingginya pemakaian daya listrik dituding sebagai penyebab kegagalan di seluruh jaringan distribusi.

Suhu udara tidak turun di bawah 30 derajat celcius di Kota Melbourne sampai pukul 04.00 Senin (29/1) pagi, dan tetap di atas 30 C di daerah Mildura dan barat laut Victoria. Sekitar 50 ribu rumah di seluruh Victoria mengalami pemadaman, dan masih banyak yang belum pulih pada Senin pagi.

Pemerintah Victoria mengatakan meskipun pasokan daya listrik besar, namun lonjakan permintaan menyebabkan banyak sekring terputus dan kegagalan transformer dalam di jaringan distribusi. Menteri Energi Victoria Lily D'Ambrosio mengatakan permintaan listrik ini merupakan yang tertinggi yang pernah tercatat di Victoria pada Ahad.

"Ada 46 ribu warga kehilangan pasokan energinya karena kombinasi berbagai faktor, semua terkait dengan panas dan kelembaban berlebihan yang terbentuk selama beberapa hari. Permintaan puncak itu sekitar 9.100 megawatt," jelasnya.

D'Ambrosio mengatakan itu terjadi sekitar pukul 17.30 dengan tekanan tambahan pada infrastruktur listrik dan itulah yang menyebabkan pemadaman lokal di seluruh bagian negara," ujarnya.

Operator Pasar Energi Australia secara terpisah mengatakan pemadaman listrik tidak ada kaitannya dengan pasokan. Menteri D'Ambrosio mengatakan begitu semua pelanggan terhubung kembali, pihaknya akan menyelidiki apa yang bisa dilakukan untuk mencegah hal itu terjadi kembali di masa depan.

"Beberapa perbaikan tidak bisa terjadi dalam semalam saat kita bicara peningkatan infrastruktur. Namun yang pasti kita perlu meminta tanggung jawab pengusaha distribusi terkait aset mereka," katanya.

Malam terpanas

Peramal cuaca Richard Carlyon dari Biro Meteorologi (BOM) menjelaskan kelembaban udara yang tinggi di Melbourne akan bertahan sampai Selasa pagi. "Itu malam panas dan lembab di Melbourne," katanya.

Suhu turun menjadi 28,4 derajat pada pukul 05.30 pagi - bukanlah rekor. Rekor selama ini untuk Januari adalah 30,6 C.

Di barat daya Victoria suhu semalam tetap berada di posisi rendah 30-an derajat Celsius. Dilaporkan akan ada pembatasan kecepatan pada sejumlah layanan kereta api regional V / Line pada Senin karena faktor panas.

BOM meramalkan suhu puncak yang hangat 35 C untuk Melbourne hari ini dan sorenya mengalami perubahan, namun tidak akan menurun sampai besok. "Kita mungkin harus menunggu sampai Selasa dinihari sebelum kelembaban tropis bergerak menjauh, dan besok pagi kita akan memiliki kondisi dingin dan jauh lebih lembab di Melbourne," jelas Carlyon.

"Suhu cukup kering selama beberapa hari terakhir. Kita tak mengalami sebagian besar aktivitas badai tapi mungkin akan turun hujan 10 sampai 30 milimeter di seluruh Melbourne malam ini dan besok pagi. Ini akan mendinginkan - butuh beberapa waktu - namun pastinya jauh lebih dingin dari tadi malam," tambahnya.

Suhu di Melbourne mencapai 37,8 C sekitar pukul 03.40 pada Ahad dan di banyak wilayah regional mencapai 40-an. Organisasi Surf Lifesaving Victoria mengatakan sekitar 80 orang diselamatkan di berbagai pantai Victoria pada akhir pekan.

Pihak berwenang meminta masyarakat untuk menjaga warga yang rentan, seperti orang tua dan orang sakit. Mereka juga meminta para pemilik hewan peliharaan untuk memastikan hewan mereka memiliki banyak persediaan air dan akses ke tempat berteduh.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.

 

sumber : http://www.australiaplus.com/indonesian/berita/melbourne-mati-lampu-saat-alami-malam-terpanas/9369610
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement