Jumat 02 Feb 2018 14:25 WIB

Temuan Dokumen Rahasia Bisa Rusak Kepercayaan Sekutu Aussie

Australia bisa dianggap tak bisa dipercaya menyangkut aktivitas intelijen.

Staf ASIO tiba di kantor ABC di Brisbane pada pagi buta.
Foto: ABC
Staf ASIO tiba di kantor ABC di Brisbane pada pagi buta.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Ada sejumlah peringatan hubungan Australia dengan sekutu-sekutunya mungkin berada dalam bahaya setelah munculnya pelanggaran keamanan dan pengungkapan sejumlah dokumen rahasia yang ditemukan dalam lemari arsip yang dijual.

Poin utama

- Andrew Wilkie, Chris Bowen menyampaikan kekhawatiran mereka atas rusaknya reputasi keamanan.

- Kepolisian Federal Australia (AFP) membantah laporan yang menyebut pihaknya kehilangan ratusan dokumen keamanan nasional selama 5 tahun.

- Departemen yang melakukan penyelidikan mengatakan bekerja erat dengan AFP, badan intelijen Australia (ASIO) dan media ABC.

Ratusan dokumen rahasia yang ditemukan media ABC kini telah diamankan oleh badan intelijen Australia (ASIO), setelah dokumen-dokumen itu ditemukan dalam dua lemari arsip yang dijual dalam lelang perabot bekas pemerintah. Blunder besar itu mengungkap cara kerja lima pemerintahan yang terpisah, memicu ketakutan hal itu akan membuat gusar keamanan dan intelijen dari sekutu-sekutu Australia.

"Itu memberi sinyal kepada mitra intelijen dan para sekutu kami Australia mungkin tak bisa dipercaya ketika menyangkut aktivitas berbagi informasi dan intelijen," ujar anggota Parlemen Australia yang juga mantan analis intelijen, Andrew Wilkie.

Anggota Parlemen asal Partai Buruh Chris Bowen mengatakan kesalahan itu lucu tapi benar-benar serius. "Ini memalukan bagi Australia, ini memalukan bagi sekutu-sekutu kami yang berbagi intelijen dengan kami dan berasumsi bahwa kami akan mampu merahasiakannya. Ini adalah blunder dalam skala besar," ujar Bowen.

AFP membantah sebuah laporan dalam dokumen rahasia yang ditemukan itu atau yang disebut 'The Cabinet Files' bahwa lembaganya kehilangan ratusan dokumen keamanan nasional selama periode lima tahun. Sejumlah dokumen rahasia yang ditemukan ABC meliputi audit Departemen Perdana Menteri dan Kabinet (PM & C) yang mengungkap AFP kehilangan hampir 400 dokumen antara 2008 hingga 2013.

Pada Kamis (1/2), AFP mengeluarkan pernyataan dokumen itu telah usang dan 90 persen telah ditemukan atau dihancurkan. Meski demikian, lembaga itu mengataka 33 dokumen rahasia dari periode tersebut masih belum diketahui.

Investigasi tak cukup baik

Dokumen rahasia 'The Cabinet Files' mengungkap mantan Pemerintahan Partai Buruh juga gagal mengikuti prosedur keamanan dokumen. Salah satu berkas mengungkap, ratusan dokumen sangat rahasia ditinggalkan di sebuah tempat aman di kantor pemimpin Senat Partai Buruh, Penny Wong setelah kekalahan pemerintahan Kevin Rudd dalam Pemilu 2013.

Meskipun 195 berkas itu diamankan, daftar nama dan klasifikasi rahasia mereka memberi pengetahuan yang belum pernah ada sebelumnya mengenai cara kerja Komite Keamanan Nasional di kabinet Australia. Selama enam tahun rentang daftar dokumen itu, komite tersebut menangani rencana pertahanan Timur Tengah, rumusan keamanan nasional, informasi terbaru perang Afghanistan, pembelian senjata, kepentingan Cina di industri pertambangan, intelijen di tetangga-tetangga Australia dan rincian operasi kontraterorisme.

Senator Wong mengatakan ia tak pernah sadar akan pelanggaran tersebut sampai ia melihat laporan ABC. Ia menambahkan dirinya selalu menganggap tanggung jawabnya sebagai menteri senior dengan serius.

Departemen Perdana Menteri dan Kabinet (PM & C) telah meluncurkan sebuah penyelidikan yang mendesak, namun Pemerintah Australia didesak membuat penyelidikan lebih luas.

"Tak cukup baik departemen yang mungkin bertanggung jawab atas kesalahan sekarang ini menyelidiki dirinya sendiri. Kami membutuhkan penyelidikan independen untuk melihat ini secara sistemik," kata Wilkie.

PM & C mengatakan telah bekerja sama dengan AFP dan badan intelijen ASIO sejak pengungkapan dokumen tersebut dan terus-menerus melakukan diskusi dengan ABC.

 

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

 

sumber : http://www.australiaplus.com/indonesian/berita/kasus-dokumen-rahasia-ditemukan-dalam-lelang-bisa-rusak/9384584
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement