Ahad 04 Mar 2018 19:42 WIB

Merkel Kembali Jabat Kanselir Jerman

Jerman sempat alami kekosongan pemerintah terlama dalam sejarah pascaperang.

Rep: Fira Nursyabani/ Red: Agung Sasongko
Angela Merkel
Foto: Reuters/Thomas Peter
Angela Merkel

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN - Social Democratic Party (SPD) Jerman akhirnya sepakat untuk membentuk sebuah koalisi besar pemerintahan bersama partai konservatif Christian Democratic Union (CDU). Keputusan ini akan mengamankan jabatan Angela Merkel sebagai kanselir Jerman untuk yang keempat kalinya.

Pengumuman yang disampaikan oleh pimpinan SPD pada Ahad (4/3) itu mengakhiri ketidakpastian politik di Jerman yang telah berlangsung selama hampir enam bulan. Di masa ini, Jerman mengalami kekosongan pemerintah terlama dalam sejarah pascaperang.

Dilansir di The Guardian, bendahara partai, Dietmar Nietan, mengatakan sebanyak 66,02 persen dari 463.723 anggota SPD memilih untuk memperbarui konstelasi yang telah mengatur Jerman selama empat tahun terakhir ini.

"Kami sekarang telah memiliki keputusan. SPD akan masuk ke pemerintahan," ujar pemimpin sementara SPD, Olaf Scholz, yang diunggulkan untuk menjadi Menteri Keuangan Jerman, di Willy Brandt House, Lubeck. Pemimpin SPD pada awalnya ragu untuk bergabung dengan Merkel dalam pemerintahan, setelah hasil yang mengecewakan pada pemilihan federal September tahun lalu.

Namun keruntuhan perundingan untuk membangun koalisi 'Jamaica' antara partai konservatif CDU yang mengusung Merkel, partai pro-bisnis Free Democrats, dan Partai Hijau, justru memaksa SPD untuk kembali ke meja perundingan. SPD sebelumnya berhasil meraih kemenangan mengejutkan untuk bisa memaksa kanselir menyerahkan posisi menteri keuangan.

Meski demikian, organisasi pemuda Young Socialist di SPD yang dipimpin oleh Kevin Khnert yang masih berusia 28 tahun, telah melakukan kampanye efektif yang mendorong anggotanya untuk menolak kesepakatan yang telah disetujui oleh pimpinan senior partai tersebut dengan Partai CDU.

Kampanye bertajuk NoGroko tersebut menyatakan, partai sosial demokrat tertua di Eropa itu perlu menempatkan diri kembali sebagai oposisi jika tidak ingin bernasib seperti partai France Socialist.

Pada akhirnya, hasil persentase di luar perkiraan. Lebih dari 66 persen anggota memberikan persetujuan mereka, tidak seperti yang dilakukan delegasi dalam pertemuan puncak partai di Bonn pada Januari lalu. Empat tahun lalu, 76 persen anggota SPD juga telah memilih masuk ke dalam koalisi besar.

Pekan ini, SPD akan membahas persaingan untuk enam jabatan menteri. Pada Ahad (4/3), Scholz mengkonfirmasi akan ada tiga menteri perempuan dan tiga menteri laki-laki. Merkel akan dilantik secara resmi sebagai kanselir baru pada 14 Maret mendatang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement