REPUBLIKA.CO.ID, PERTH -- Muncul seruan di Australia agar sistem pemindahan tahanan diganti setelah seorang tahanan perempuan dipindahkan dari penjara ke fasilitas kesehatan mental dalam keadaan telanjang pada saat tahanan sedang mengalami menstruasi. Perempuan warga aborigin tersebut dalam keadaan kesakitan ketika dipindahkan dari Penjara Wanita Bandyup ke rumah sakit jiwa di Australia Barat.
Ketika dipindahkan menggunakan van tersebut, tahanan ini diborgol dan telanjang, serta mengalami pendarahan dari menstruasi selama 40 menit. Insiden yang terjadi bulan Agustus tahun 2017 tersebut sekarang sedang diselidiki oleh Kantor Inspekstur Jasa Layanan Penahanan.
Professor Neil Morgan, inspektur layanan penahanan di Australia Barat, mengatakan, insiden ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai sistem yang ada di penjara Australia. "Saya sedang melakukan penyelidikan mengenai apa yang terjadi dan juga secara umum penyelidikan mengenai apakah ini hanya satu kejadian atau merupakan bagian dari sistem yang ada." kata Professor Morgan.
"Ini adalah hak asasi manusia mendasar. Pada dasarnya adalah mengenai bagaimana penanganan yang wajar bagi seseorang yang sedang ditahan dan bagaimana perilaku kita sebagai masyarakat terhadap mereka yang dipenjara."
Prof Morgan menyerukan adanya penanganan lebih baik terhadap mereka yang dipenjara dan perlunya layanan yang lebih baik bagi tahanan yang memiliki masalah kesehatan mental serius. "Banyak mereka yang dipenjara memiliki masalah mental serius dan kita sebagai masyarakat harus menanganinya lebih baik."
"Ini adalah satu contoh di mana penjara kita menahan seseorang yang begitu tidak sehatnya yang seharusnya berada di fasilitas kesehatan mental dan bukannya di penjara," katanya menambahkan.
Professor Morgan mengatakan, saat ini hanya ada satu fasilitas kesehatan mental untuk tahanan dengan masalah mental serius, dan rumah sakit itu hanya memiliki 32 ranjang. "Ini tidak besar, dan kalau Snda melihat bahwa jumlah tahanan sudah naik tiga kali lipat sejak tahun 1993, sudah saatnya pemerintah melakukan investasi di fasilitas kesehatan mental untuk tahanan." katanya.
Pemerintah negara bagian Australia Barat dalam pernyataan mengatakan bahwa mereka mendapat informasi tidak lama setelah kejadian dan Menteri Urusan Tahanan mendukung masalah ini dilaporkan ke Inspektor Layanan Penahanan. Penyelidikan sekarang difokuskan pada masalah pemindahan tahanan dari satu tempat ke tempat lain.
ABC juga sudah berusaha mendapatkan reaksi dari perusahaan yang mendapat kontrak memindahkan tahanan di Australia Barat, Broadspectrum.