Jumat 20 Apr 2018 19:26 WIB

Ada Bom PD II di Berlin, Ribuan Orang Dievakuasi

Operasi untuk menguraikan bom Inggris itu menyebabkan gangguan luas di Berlin.

Rep: Crystal Liestia Purnama/ Red: Ani Nursalikah
Salah satu sudut Kota Berlin, Jerman.
Foto: REUTERS/Fabrizio Bensch
Salah satu sudut Kota Berlin, Jerman.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Bom bekas Perang Dunia II yang tidak meledak ditemukan di dekat stasiun kereta api pusat kota di Berlin, Jerman. Ribuan orang akan dievakuasi demi mencegah kemungkinan terburuk.

Gedung yang dibersihkan pada Jumat (20/4) pagi waktu setempat itu berada di tengah rumah sakit militer, departemen pemerintahan, dan flat. Operasi untuk menguraikan bom Inggris itu menyebabkan gangguan luas di ibu kota Jerman.

Dilaporkan Independent, polisi mengatakan ada bom seberat 500 kilogram. Diyakini bom tersebut tidak segera menimbulkan bahaya. Tetapi operasi itu diperkirakan akan menyebabkan kekacauan transportasi di Berlin.

Zona pembersihan yang diperlukan untuk menguraikan bom tersebut ditetapkan seluas 800 meter. Zona tersebut termasuk Berlin Hauptbahnhof, stasiun kereta api utama kota, serta kementerian keuangan dan transportasi Jerman, kedutaan asing, dan museum.

Penduduk dan pekerja telah diberitahu untuk meninggalkan atau menjauhi daerah tersebut dari pukul 09,00 waktu setempat pada Jumat. Diperkirakan 10 ribu orang telah terpengaruh. Tempat penampungan juga didirikan, bagi mereka yang terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Bom itu digali di sebuah lokasi pembangunan di Heidestrasse. Penonaktifan bom dijadwalkandimulai pada pukul 11.30, tetapi tidak diketahui berapa lama waktu yang diperlukan."Itu tergantung pada berapa lama evakuasi yang diperlukan dan tentu saja kondisi bom," kata juru bicara polisi Martin Halweg kepada surat kabar Tagesspiegel.

Operator transportasi telah memperingatkan gangguan berskala besar terhadap kereta api, trem, dan bus.Bandara internasional Tegel Berlin telah memperingatkan penumpang bahwa penerbangan akan terbatas secara signifikan selama operasi. Tetapi pihaknya kemudian mengatakan bahwa mereka telah mencapai rencana dengan pengendali lalu lintas udara untuk menghindari pembatalan.

Bandara Tegel berjarak sekitar tujuh kilometer dari stasiun utama kota, Hauptbahnhof.Pesawat yang mendarat di sanatelah diberitahu untuk menghindari terbang di atas wilayah tempat bom itu ditemukan.

Ribuan bom hidup dan amunisi masih ditemukan di Jerman setiap tahun. Meskipun saat ini telah mencapai lebih dari tujuh dekade setelah berakhirnya perang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement