Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Taiwan tak akan Tunduk kepada Cina

Kamis 17 Jan 2019 16:43 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Cina-Taiwan

Cina-Taiwan

Taiwan menggelar latihan militer untuk menunjukkan kemampuan bertahan melawan invasi.

REPUBLIKA.CO.ID, TAIPEI -- Juru bicara kepresidenan Taiwan Alex Huang mengatakan negaranya tidak akan tunduk pada tekanan Cina. Taiwan menggelar latihan militer untuk menunjukkan kemampuannya mempertahankan diri dari ancaman Beijing.

"Mengenai tindakan Cina yang berada di luar kendali, kami perlu mengingatkan masyarakat internasional untuk menghadapinya secara jujur ​​dan melakukan upaya untuk mengurangi dan menahan tindakan ini," ujar Huang, kepada wartawan di Taipei, Kamis (17/1).

Pemerintahan Cina di Beijing terus berupaya untuk mengambilalih Taiwan yang merupakan sekutu dekat AS. Pemerintah Cina selama ini memilih jalan halus untuk mengakuisisi Taipei. Namun Beijing siap menggunakan kekuatan jika memang diperlukan. 

Civil Aviation Administration Cina telah mendesak maskapai penerbangan untuk melakukan perubahan informasi di situs mereka yang menunjukkan Taipei sebagai bagian dari Cina. Beberapa maskapai, termasuk British Airways dan Singapore Airlines, telah mematuhinya.

Baca juga, Taiwan Tunjuk Perdana Menteri Baru.

Tabloid Cina, Global Times, melaporkan pada Rabu (16/1), 66 perusahaan termasuk Facebook dan Nike masih menuliskan Taiwan sebagai negara yang berdiri sendiri dan bukan bagian dari Cina. Salah satu penulis Global Times, Zhi Zhenfeng, menuduh perusahaan multinasional itu telah merusak kedaulatan Cina.

"Ini bukan hanya masalah bisnis atau teknis bagi perusahaan-perusahaan asing untuk memisahkan Taiwan, Hong Kong, dan Makau dari Cina di situs mereka," tulis Zhi di Global Times.

"Ini adalah masalah prinsip yang melibatkan prinsip satu-Cina dan kedaulatan serta integritas teritorial Cina," tambah dia.

Kelompok Nasionalis Cina melarikan diri ke Taiwan pada akhir perang saudara pada 1949, ketika Komunis menguasai daratan Cina. Namun karena pulau itu telah berubah menjadi salah satu wilayah paling demokratis, Taiwan kemudian menjadi semakin tegas dengan identitasnya sendiri.

Beijing telah meningkatkan tekanan terhadap Taiwan sejak Presiden Taiwan Tsai Ing-wen yang pro-kemerdekaan memenangkan pemilihan presiden pada 2016.

Pada 2 Januari, Presiden Cina Xi Jinping mengatakan tidak ada yang bisa mengubah fakta bahwa Taiwan adalah bagian dari Cina. Ia menambahkan, Beijing tidak akan berhenti menggunakan kekuatan militer sebagai opsi untuk memastikan penyatuan kembali pulau itu dengan Cina daratan.

Pada Kamis (17/1), Taiwan mengadakan latihan militer dengan amunisi asli yang merupakan latihan militer pertama sejak Xi menyampaikan pernyataanya, sekitar dua pekan lalu.

Helikopter artileri dan helikopter serbu menembaki sasaran di lepas pantai Kota Taichung. Sementara jet tempur Mirage lepas landas di tengah kondisi hujan dari pangkalan udara di Hsinchu ke utara.


sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA