Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Militer India Sambut Rencana Pakistan Bebaskan Pilot

Jumat 01 Mar 2019 14:54 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah

 Abhi Nandan

Abhi Nandan

Foto: Twitter/@officialDGISPR.
India belum merespons soal rencana berdamai dengan Pakistan.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Para pejabat militer India menyambut rencana Pakistan memulangkan pilot pesawat tempurnya yang ditangkap di Kashmir. Namun mereka enggan mengomentari tentang kemungkinan deeskalasi antara kedua negara.

"Kami senang pilot kami dibebaskan," kata Wakil Marsekal Udara RGK Kapoor dalam sebuah konferensi pers bersama tiga angkatan bersenjata India pada Kamis (28/2) malam.

Baca Juga

Namun dia tidak menjawab pertanyaan awak media apakah pemulangan pilot itu akan meredakan ketegangan dengan Pakistan.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengatakan, negaranya akan membebaskan pilot India yang ditangkap di Kashmir. Pembebasan itu adalah sinyal keinginan Pakistan untuk berdamai. 

"Sebagai isyarat damai kami akan membebaskannya besok (Jumat)," kata Khan kepada parlemen Pakistan pada Kamis (28/2) sore.

Sejumlah anggota parlemen kemudian memukul meja sebagai bentuk ketidaksepakatan dengan keputusan Khan.  Sebelum Khan berbicara di parlemen, Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi telah mengisyaratkan bahwa negaranya siap membebaskan pilot India.

"Kami bersedia mempertimbangkan pembebasannya jika langkah seperti itu akan mengarah pada deeskalasi," ujarnya.

Pada Rabu (27/2), Pakistan menembak jatuh dua jet tempur India yang melintasi Garis Kontrol Kashmir atau Line of Control (LoC), yakni perbatasan de facto antara kedua negara. Satu pilot berhasil keluar dari pesawat dengan selamat.

Pilot itu teridentifikasi sebagai Komandan Wing Abhi Nandan. Setelah ditangkap, dia dilaporkan ditahan di sebuah fasilitas militer di Bhimber.

Hubungan antara Pakistan dan India memanas pascainsiden serangan bom bunuh diri di Pulwama, Kashmir, dua pekan lalu. Sebanyak 44 anggota militer India tewas dalam kejadian tersebut.

Kelompok Jaish-e-Mohammad (JeM) mengaku bertanggung jawab atas serangan Pulwama. Kendati demikian, India menuding Pakistan turut terlibat dalam merancang serangan di sana. Pakistan telah membantah tuduhan terdebut.





sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA