Rabu 10 Apr 2019 06:21 WIB

Tembakan Terdengar Saat Demonstrasi Antipemerintah Sudan

Pasukan keamanan Sudan berusaha membubarkan demonstran dengan kekerasan.

Warga Sudan berunjuk rasa di dekat gedung Kementerian Pertahanan di Khartoum, Sudan, Selasa (9/4). Mereka menuntut Presiden Omar al-Bashir mundur.
Foto: AP Photo
Warga Sudan berunjuk rasa di dekat gedung Kementerian Pertahanan di Khartoum, Sudan, Selasa (9/4). Mereka menuntut Presiden Omar al-Bashir mundur.

REPUBLIKA.CO.ID, KHARTOUM -- Suara tembakan gencar terdengar saat protes berlangsung di luar gedung Kementerian pertahanan di Ibu Kota Sudan, Khartoum, Selasa (9/4). Tayangan langsung televisi Hadath, sebagaimana dilaporkan Reuters, memperlihatkan pasukan keamanan berusaha membubarkan pemrotes dengan menggunakan kekerasan.

Beberapa pegiat juga mengatakan di dalam satu pernyataan yang disiarkan di media sosial tentara yang menjaga Kementerian Pertahanan berusaha menghalangi demonstran. Pasukan keamanan Sudan pada Senin (8/4) dilaporkan berupaya membubarkan protes ribuan demonstran antipemerintah yang bermalam di depan gedung Kementerian Pertahanan di Khartoum.

Baca Juga

Saksi mata mengatakan pasukan keamanan menembakkan gas air mata saat mendekati demonstran yang melakukan aksi duduk di jalan. Para demonstran bermalam selama dua hari di depan gedung Kementerian Pertahanan. Aksi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mereka terus menekan Presiden Omar al-Bashir agar segera mundur setelah hampir 30 tahun berkuasa.

Sebelumnya, upaya pasukan keamanan membubarkan demonstran gagal. Kemarahan publik terhadap kenaikan harga roti dan kurangnya persediaan uang tunai memicu aksi protes sejak Desember lalu.

Namun, aksi tersebut berubah menjadi aksi protes terhadap pemerintahan al-Bashir. Al-Bashir mengakui demonstran memiliki tuntutan yang sah, namun ia juga mengatakan cara menyelesaikan tuntutan tersebut adalah melalui jalan damai dan pemungutan suara.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement