Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Pendiri WikiLeaks Julian Assange Ditahan Polisi Inggris

Kamis 11 Apr 2019 21:45 WIB

Red:

abc news

abc news

Foto: abc news

Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, telah ditangkap dan dipindahkan dari Kedutaan Ekuador di London, Inggris.

Poin utama:

• Assange ditangkap karena "gagal memenuhi perintah pengadilan" pada tahun 2012, kata polisi
• Ia telah ditahan dan akan muncul di pengadilan sesegera mungkin
• Polisi diundang ke kedutaan setelah Pemerintah Ekuador menarik suakanya

Warga Australia, yang telah tinggal di Kedutaan Ekuador selama hampir tujuh tahun, ini ditangkap karena "gagal memenuhi perintah pengadilan" pada tahun 2012, kata Layanan Polisi Metropolitan London (MPS).

Video yang diposting di media sosial menunjukkan lebih dari enam petugas mengeluarkan Assange dari kedutaan dan menempatkannya di kendaraan polisi.

"Ia telah ditahan di kantor polisi pusat London di mana ia akan mendekam sementara, sebelum diajukan ke Pengadilan Magistrasi Westminster sesegera mungkin," kata MPS dalam sebuah pernyataan.

"MPS memiliki tugas untuk mengeksekusi surat perintah itu, atas nama Pengadilan Magistrasi Westminster, dan diundang ke kedutaan oleh duta besar, setelah penarikan suaka oleh Pemerintah Ekuador."

Presiden Ekuador, Lenin Moreno, mengatakan negaranya menarik status suaka Assange "setelah pelanggaran berulang-ulang yang dilakukannya terhadap konvensi internasional dan prosedur kehidupan sehari-hari".

Moreno mengatakan ia telah meminta agar Inggris menjamin pendiri WikiLeaks itu "tidak akan diekstradisi ke negara di mana ia bisa menghadapi hukuman mati atau penyiksaan".

"Kesabaran Ekuador telah mencapai batasnya terhadap perilaku Assange," kata Moreno.

Assange mengungsi ke Kedutaan Ekuador di London pada tahun 2012 untuk menghindari ekstradisi ke Swedia, di mana pihak berwenang di sana ingin menanyainya sebagai bagian dari penyelidikan kekerasan seksual.

Penyelidikan itu kemudian dibatalkan, tetapi Assange mengatakan khawatir ia bisa diekstradisi untuk menghadapi dakwaan di Amerika Serikat, di mana jaksa federal di sana sedang menyelidiki WikiLeaks.

Pengusiran tak mengejutkan

Pekan lalu, WikiLeaks meramalkan pemindahan Assange dari Kedutaan Ekuador di London.

Dalam sebuah postingan Twitter, WikiLeaks mengatakan Ekuador telah memiliki perjanjian dengan Inggris untuk menangkap Assange.

Laman itu juga mengutip komentar serupa dari Presiden Moreno bahwa Assange telah "berulang kali melanggar" persyaratan suakanya.

Who is Julian Assange and what is WikiLeaks? Video: Who is Julian Assange and what is WikiLeaks? (ABC News)

Moreno mengatakan Assange tidak memiliki hak untuk "meretas akun pribadi atau telepon" dan tidak dapat campur tangan dalam politik negara-negara lain, terutama mereka yang memiliki hubungan persahabatan dengan Ekuador.

Moreno berkomentar setelah foto-foto pribadi ia dan keluarganya beberapa tahun lalu ketika mereka tinggal di Eropa diedarkan di media sosial.

Meskipun ia segera berhenti menyalahkan Assange atas kebocoran tersebut, Pemerintah mengatakan mereka yakin foto-foto itu dibagikan oleh WikiLeaks.

WikiLeaks mengklaim pernyataan Moreno sebagai balasan karena telah melaporkan tuduhan korupsi terhadapnya, meskipun ia membantah melakukan kesalahan itu.

Ikuti berita-berita lain di situs ABC Indonesia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA