Senin 27 May 2019 11:22 WIB

Kepala Dewan Militer Sudan Bertemu Putra Mahkota UEA

Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan dukungan kepada Sudan.

Pengunjuk rasa membuat barikade di luar markas militer Sudan di Khartoum, Sudan, Selasa (14/5).
Foto: AP Photo
Pengunjuk rasa membuat barikade di luar markas militer Sudan di Khartoum, Sudan, Selasa (14/5).

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Kepala Dewan Militer Sudan menemui Putra Mahkota Abu Dhabi, Senin (27/5). Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan dukungan kepada Sudan pascatergulingnya presiden Omar al-Bashir.

Kantor Berita Emirat (WAM) melaporkan kunjungan Letnan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan ke UEA dilakukan setelah menggelar lawatan ke Mesir dan wakilnya, Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo ke Arab Saudi. Para pengamat mengatakan UEA, Arab Saudi, dan Mesir sedang berupaya memperkuat pengaruh mereka di Sudan setelah al-Bashir, yang berkuasa selama 30 tahun, digulingkan dan ditangkap pada 11 April.

Baca Juga

Selama menerima kedatangan Burhan, Putra Mahkota Mohammed bin Zayed al-Nahyan menyuarakan dukungan UEA kepada Sudan. Ia juga menekankan pentingnya dialog antar warga Sudan dalam tahapan yang sensitif ini.

Para pengunjuk rasa yang menuntut transisi ke demokrasi telah memperingatkan setiap intervensi dari tiga sekutu kawasan. Pembicaraan resmi antara Dewan Militer Transisi (TMC) yang diketuai Burhan, aliansi kelompok demonstran serta kelompok oposisi menemui jalan buntu tentang siapa yang akan memegang kendali tertinggi atas sejumlah lembaga transisi, apakah militer atau kah warga sipil.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement