Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Sidang Ekstradisi Petinggi Huawei Dimulai pada Januari 2020

Jumat 07 Jun 2019 09:29 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nidia Zuraya

Petinggi Huawei Cina, Meng Wanzhou

Petinggi Huawei Cina, Meng Wanzhou

Foto: AP
Saat ini Chief Financial Officer Huawei ditahan di Kanada

REPUBLIKA.CO.ID, TORONTO -- Chief Financial Officer (CFO) atau Direktur Keuangan Huawei Meng Wanzhou akan menantang ekstradisi ke Amerika Serikat atas tuduhan penipuan pada sidang yang akan dimulai 20 Januari 2020. Hal tersebut terungkap dalam catatan pengadilan setelah tim hukumnya muncul di hadapan hakim Kanada.

Tim Meng mengusulkan agar sidang ekstradisi selesai pada Oktober 2020, dengan tambahan waktu pada November 2020 jika diperlukan.

Pengacara Daniel Coles, yang bertindak atas nama perusahaan media untuk menentang larangan publikasi tentang kasus ini, mengkonfirmasi bahwa hakim menerima jadwal tim pembela hanya dengan perubahan kecil.

Meng (47 tahun), putri pendiri miliarder Huawei Technologies Co Ltd, Ren Zhengfei, ditangkap di bandara Vancouver pada bulan Desember dengan surat perintah AS dan berjuang melawan ekstradisi atas tuduhan bahwa ia menyesatkan bank-bank global tentang hubungan Huawei dengan perusahaan yang beroperasi di Iran. Meng, bebas dengan jaminan di Vancouver, tidak muncul di pengadilan.

Dalam sebuah pernyataan, Huawei mengatakan tidak ada bukti Meng menyesatkan bank mana pun dan bahwa dugaan tindakannya bukanlah kejahatan di Kanada. Ia juga mengatakan komentar Presiden AS Donald Trump menunjukkan kasus terhadap Meng dipandu oleh pertimbangan politik dan keuangan, bukan aturan hukum.

Pengacaranya mencari penundaan proses ekstradisi dengan beberapa alasan, termasuk tuduhan bahwa petugas Badan Perbatasan Kanada (CBSA) menunda penangkapan Meng untuk mengekstraksi bukti dengan kedok pemeriksaan imigrasi rutin sebelum ia ditangkap oleh Royal Canadian Mounted Police (RCMP).

Mereka membuat tuduhan serupa dalam gugatan perdata pada bulan Maret. Dalam pembelaan tertulis yang diajukan pada Senin, pengacara pemerintah berpendapat bahwa gugatan Meng harus diberhentikan.

Pemerintah berargumen bahwa petugas CBSA bertindak secara sah dan dengan itikad baik ketika mereka mewawancarai Meng dan memeriksa barang bawaannya untuk menentukan apakah ia diizinkan ke Kanada dan apakah ada masalah bea cukai dengan barang-barangnya.

Gugatan Meng mengklaim petugas CBSA membuka dan melihat konten perangkat elektroniknya, yang melanggar hak privasi. Pemerintah mengatakan petugas CBSA meminta kata sandi telepon kepada Meng dan kemudian menuliskannya di selembar kertas, yang diambil RCMP ketika menangkap Meng. Dikatakan RCMP belum memeriksa konten perangkat Meng.

Hubungan diplomatik antara Kanada dan Cina berubah dingin setelah penangkapan Meng dan Cina menangkap dua warga Kanada, menuduh mereka melakukan spionase. Ini juga memblokir impor benih kanola Kanada dan tampaknya akan meningkatkan pemeriksaan bea cukai atas pengiriman daging babi.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA