Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Erdogan Yakin AS tidak akan Sanksi Turki

Kamis 20 Jun 2019 21:00 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam Majelis Umum PBB, Selasa (25/9).

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam Majelis Umum PBB, Selasa (25/9).

Foto: AP Photo/Richard Drew
Turki akan membalas jika AS memberi sanksi atas pembelian sistem pertahanan Rusia

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan yakin Amerika Serikat tidak akan memberikan sanksi ke Turki karena membeli sistem pertahanan udara Rusia. Namun, jika AS memberlakukannya maka Turki akan membalasnya. 

Baca Juga

Dalam konferensi pers dengan media asing di Istanbul, Erdogan kembali berkata pembelian sistem pertahanan udara S-400 Rusia sudah 'selesai'. Ia juga mengatakan Amerika Serikat harus berpikir dengan hati-hati sebelum memberikan sanksi kepada Turki yang juga anggota NATO. 

"Saya katakan ini dengan sangat terbuka dan tulus, hubungan kami dengan (Presiden Donald) Trump dalam posisi yang dapat katakan sangat baik, jika ada masalah kami langsung berkerja melalui telpon," kata Erdogan, Kamis (20/6). 

"Saya tidak melihat ada kemungkinan sanksi akan terjadi," ujarnya.

Namun, ia mengatakan Turki tidak akan diam jika diberi sanksi. "AS harus berpikir tentang hal ini dengan sangat hati-hati, kami memiliki sanksi kami sendiri," katanya. 

Ia mengatakan akan membicarakan hal ini dengan Trump dalam pertemuan G-20 di Jepang pekan depan. Selama berbulan-bulan Turki berselisih dengan Amerika karena Turki membeli sistem pertahanan Rusia. 

Menurut Washington, sistem pertahanan Rusia tidak sesuai dengan jaringan sistem pertahanan NATO. AS juga mengatakan pembelian itu dapat membahayakan pesawat tempur F-35, yang juga turut Turki bangun dan rencana beli. 

Amerika Serikat mengancam akan memberlakukan sanksi kepada Turki kecuali mereka menghentikan pembelian S-400 Rusia. Erdogan menolak melakukannya. Ia mengatakan pengiriman sistem pertahanan itu mungkin akan dimulai pada pertengahan pertama bulan Juli. 

Ankara berharap Trump tidak menjatuhkan sanksi ke Turki. Erdogan mengatakan ia memang menikmati hubungan dengan Trump tapi tidak dengan pejabat-pejabat dalam pemerintahan presiden AS ke-45 itu. 

"Ketika kami sedang berbicara dengan orang yang berada dibawah Trump, kami melihat banyak yang tidak sepakat dengan pejabat kami, dan salah satunya dalam masalah S-400," kata Erdogan. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA