Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Mahathir Kecam Penyelidikan MH17

Jumat 21 Jun 2019 01:04 WIB

Red: Nur Aini

Penyelidik Malaysia sedang memerika puing pesawat Malaysia Airlines MH17 yang jatuh di wilayah Ukraina

Penyelidik Malaysia sedang memerika puing pesawat Malaysia Airlines MH17 yang jatuh di wilayah Ukraina

Foto: ap
Mahathir menyebut JIT menuduh Rusia sebagai pelaku penembakan MH17.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad mengecam temuan Joint Investigation Team (JIT) yang menyelidiki tragedi penerbangan Malaysia Airlines MH17. 

Dia mengatakan para penyelidik yang diketuai Belanda telah lama ingin menuduh Rusia sebagai pelakunya yang menembak jatuh pesawat yang menewaskan semua 298 penumpang tersebut.

Baca Juga

"Dan sekarang mereka mengatakan bahwa mereka memiliki bukti siapa orang itu. Ini konyol," katanya.

Jaksa Belanda, Fred Westerbeke pada sidang media sehari sebelumnya mengatakan penyelidikan mendapati Rusia menyediakan peluncur peluru kendali dan peluru kendali yang digunakan untuk menembak jatuh pesawat itu. Empat tersangka yang disebut bertanggung jawab atas jatuhnya MH17 di atas Ukraina timur yang dilanda konflik pada 17 Juli 2014.

Mereka adalah Igor Girkin, mantan kolonel dari Layanan Keamanan Federal Rusia; Sergey Dubinsky dan Oleg Pulatov dari Dinas Intelijen Militer Rusia, dan Leonid Kharchenko, mantan komandan Ukraina.

Kementerian Luar Negeri Malaysia dalam pernyataannya mengatakan Malaysia menghargai presentasi oleh Tim Investigasi Gabungan (JIT) pada 19 Juni 2019 tentang laporan terbaru berdasarkan penyelidikan dan penelitian hukum. Malaysia tetap berkomitmen untuk proses JIT dan pihaknya sama-sama berkomitmen untuk memastikan bahwa prosesnya transparan, kredibel, dan efektif.

"Pendekatan kami selalu bahwa kesimpulan harus didasarkan pada bukti, dan tidak bermotivasi politik. Dalam hubungan ini, kami meminta semua pihak untuk bekerja sama dengan proses tersebut sehingga kebenaran akan ditemukan," katanya.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia melalui pernyataan yang dikirimkan ke Kedutaan Federasi Rusia di Kuala Lumpur menyatakan pernyataan yang dibuat oleh Tim IJIT sangat disesalkan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA