Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Merkel Kembali Terlihat Gemetar

Kamis 27 Jun 2019 17:03 WIB

Red: Ani Nursalikah

Kanselir Jerman Angela Merkel (64 tahun) kembali terlihat gemetar saat menghadiri sebuah acara di Berlin, Kamis (27/6).

Kanselir Jerman Angela Merkel (64 tahun) kembali terlihat gemetar saat menghadiri sebuah acara di Berlin, Kamis (27/6).

Foto: Kay Nietfeld/dpa via AP
Sebelumnya, Merkel gemetar tak terkendali saat upacara dengan Presiden Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Kanselir Jerman Angela Merkel (64 tahun) kembali terlihat gemetar saat menghadiri sebuah acara di Berlin, Kamis (27/6). Hal yang sama terjadi delapan hari lalu.

Video menunjukkan Merkel memegang erat-erat lengannya ketika tubuhnya gemetar. Setelah sekitar dua menit, dia terlihat lebih stabil dan berjabat tangan dengan menteri hukum yang baru.

Dia kemudian ditawarkan segelas air, namun menolak. Merkel mengatakan sebelumnya ia gemetar karena dehidrasi.

Juru bicaranya Steffen Seibert mengatakan Merkel akan bertolak ke Jepang untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 sesuai rencana pada jam makan siang. "Semua berjalan sesuai rencana. Kanselir federal sehat," katanya, dilansir di BBC, Kamis.

Baca Juga

 
Video: BBC

Kantor berita Jerman DPA mengatakan meski cuaca sedang panas, tetapi suhu udara sejuk saat upacara di Bellevue Castle, dimana Presiden Frank-Walter Steinmeier mengumumkan Menteri Hukum baru Christine Lambrecht.

Terakhir kali Merkel gemetar saat berdiri di samping Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di tengah cuaca panas. Dia mengatakan kondisinya lebih baik setelah minum air.

Pada Rabu, Merkel tampak seperti dirinya yang biasa di Bundestag selama debat selama satu jam. Dia kemudian memberikan pidato di Universitas Humboldt Berlin.

Saluran berita Jerman, NTV, melaporkan mengalami guncangan dalam cuaca panas saat berkunjung ke Meksiko pada 2017, saat ia menghadiri upacara penghormatan militer. Merkel memiliki reputasi stamina yang luar biasa, misalnya pada diskusi larut malam yang intensif di KTT Uni Eropa.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA