Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

PBB Gelar Konferensi Penanggulangan Terorisme Afrika

Kamis 11 Jul 2019 11:58 WIB

Red: Ani Nursalikah

Warga dari Bama meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi di sebuah sekolah di Maiduguri, Nigeria. Mereka menyelamatkan diri dari Boko Haram.

Warga dari Bama meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi di sebuah sekolah di Maiduguri, Nigeria. Mereka menyelamatkan diri dari Boko Haram.

Foto: AP Photo/Jossy Ola
Ancaman terorisme di Afrika terus menyebar.

REPUBLIKA.CO.ID, NAIROBI -- PBB menggelar African Regional High-Level Conference on Counter-Terrorism and the Prevention of Violent Extremism Conducive to Terrorism di Nairobi, Kenya, Rabu (10/7). Acara itu dihelat untuk membahas upaya penanggulangan terorisme di benua tersebut.

Baca Juga

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam pidatonya mengungkapkan, ancaman terorisme di Afrika terus menyebar dan menggoyahkan seluruh wilayah. Ia mencatat situasi di Sahel dan meningkatnya risiko di Afrika Barat mengkhawatirkan.

Dia pun menyinggung tentang kelompok Boko Haram yang telah menjadi momok bagi masyarakat Nigeria. Selain meneror pasukan keamanan, Boko Haram kerap menculik gadis-gadis di negara tersebut untuk dijadikan budak seks.

Somalia harus menghadapi kelompok al-Shabaab. “Di Mali, kelompok-kelompok teroris telah melancarkan serangan reguler terhadap pasukan keamanan lokal dan internasional, termasuk Blue Helmets (pasukan perdamaian PBB) yang bertugas di MINUSMA. Kekerasan telah meluas ke negara-negara tetangga, dengan sejumlah serangan baru-baru ini di Burkina Faso dan Niger,” ujar Guterres, dikutip laman Anadolu Agency.

Dia berharap negara-negara Afrika mampu memanfaatkan konferensi tersebut untuk memperkuat kemitraan dan kerja sama dalam memerangi serta menanggulangi terorisme. Ia pun mengajak komunitas internasional membantu mereka.

“Ada kebutuhan mendesak bagi komunitas internasional untuk mendukung negara-negara anggota di wilayah ini untuk memperkuat kapasitas nasional dan ketahanan terhadap terorisme,” kata Guterres.

Ketua Komisi Uni Afrika Moussa Faki Mahamat mengungkapkan, ekstremisme dan terorisme memang telah mengakar kuat di berbagai negara di benua tersebut. “Namun terlepas dari ini dan sumber daya kami yang terbatas, Afrika tidak mengundurkan diri untuk bertindak. Respons Afrika terhadap ekstremisme dan terorisme yang beraneka ragam adalah multisegi dan multidimensi,” ujarnya.

Kendati demikian, dia menyerukan dunia internasional mendukung serta membantu upaya Afrika dalam memerangi terorisme. Sebab terorisme tak hanya tumbuh karena kondisi negara yang miskin, tapi juga kekerasan serta internet.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA