Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Kesehatan Merkel Picu Perdebatan Internal di Pengusung

Jumat 12 Jul 2019 08:50 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Kanselir Jerman Angela Merkel (kanan) dan Perdana Menteri Finlandia Antti Rinne mendengarkan lagi kebangsaan di Berlin, Jerman, Rabu (10/7). Merkel terlihat berusaha keras mengendalikan tubuhnya yang gemetar untuk ketiga kalinya di depan publik.

Kanselir Jerman Angela Merkel (kanan) dan Perdana Menteri Finlandia Antti Rinne mendengarkan lagi kebangsaan di Berlin, Jerman, Rabu (10/7). Merkel terlihat berusaha keras mengendalikan tubuhnya yang gemetar untuk ketiga kalinya di depan publik.

Foto: AP Photo/Markus Schreiber
Merkel terlihat bergetar untuk ketiga kalinya di hadapan publik.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Isu kesehatan Kanselir Jerman Angela Merkel memicu perdebatan di kubu partai Christian Democratic Union (CDU). Perdebatan tersebut terkait apakah Merkel harus menyerahkan kekuasaannya lebih cepat dari yang direncanakan, yakni pada 2021. 

Kekhawatiran tentang kesehatan Merkel memicu diskusi di CDU tentang kapan dia harus menyerahkan jabatan kepada penerusnya, Annegret Kramp-Karrenbauer. Merkel yang menjabat sejak 2005 mengatakan tidak akan mencalonkan diri lagi dalam pemilihan umum mendatang. Pada Desember, Merkel menyerahkan kursi CDU kepada Kramp-Karrenbauer. Hal itu dianggap sebagai awal dari penyerahan kekuasaan.

"Tubuh Merkel yang bergetar memicu debat internal CDU tentang apakah jadwal (penyerahan kekuasaan) disepakati antara Merkel dan Kramp-Karrenbauer tetap tidak berubah hingga 2021," ujar salah satu anggota komite eksekutif CDU, Jumat (12/7).

Kramp-Karrenbauer, yang telah membuat serangkaian kesalahan sejak mengambil posisi CDU, telah melihat popularitasnya merosot dalam beberapa pekan terakhir.

"Itu bukan hanya karena kesalahan, tetapi lebih karena kepala CDU tidak benar-benar memiliki panggung," kata seorang anggota CDU.

Namun, sumber-sumber di kamp konservatif Merkel mengatakan, Merkel maupun Kramp-Karrenbauer tidak ingin mengubah jadwal penyerahan jabatan kanselir sampai 2021. Jika Merkel mundur lebih awal, kemungkinan akan mendorong pemilihan baru. Satu-satunya ancaman nyata terhadap penyerahan jabatan pada 2021 adalah kemungkinan bahwa mitra koalisi CDU, yakni Sosial Demokrat (SPD) dapat keluar dari koalisi. Apalagi, SPD mengalami kekalahan pada pemilihan musim gugur di tiga negara bagian timur SPD. 

Merkel yang tidak memiliki riwayat masalah kesehatan serius, menghadapi tekanan yang semakin besar untuk lebih terbuka tentang penyakitnya. Kantor kanselir tidak memberikan penjelasan mengenai kondisi kesehatan Merkel. Kepala lembaga survei Forsa, Manfred Guellner mengatakan, Merkel harus lebih transparan mengenai kesehatannya.

"Merkel adalah jaminan stabilitas dan banyak orang ingin dia menjalani masa jabatan penuh. Dia benar-benar harus mengatakan apa masalahnya," ujar Guellner. 

Pada Rabu (10/7) lalu, Merkel dilaporkan kembali bergetar untuk ketiga kalinya ketika menerima kunjungan Perdana Menteri Finlandia, Antti Rinne di Berlin. Sementara pada Kamis (11/7) lalu, Merkel melanggar protokol dengan memilih untuk duduk ketimbang berdiri dalam upacara penyambutan perdana menteri Denmark. 

Dalam upacara penyambutan perdana menteri Denmark, Merkel tidak tampak bergetar dan tersenyum lebar. Merkel kemudian memberikan jaminan bahwa kesehatannya berada dalam kondisi baik. 

"Saya sadar dengan tanggung jawab pekerjaan saya. Saya menjaga kesehatan saya, dan saya baik-baik saja." ujar Merkel. 

Merkel dikenal memiliki etos kerja yang sangat tinggi. Dia memiliki reputasi dapat bertahan lama dan fokus dalam diskusi yang rumit hingga larut malam. Di Amerika Serikat (AS), hasil pemeriksaan medis tahunan presiden secara tradisional diumumkan kepada publik. Tetapi di Jerman, hasil pemeriksaan medis para pemimpin politik umumnya tidak diumumkan ke publik dan menjadi ranah privasi masing-masing. 

Merkel dikenal sebagai pribadi yang sangat menjaga privasinya. Dia jarang tampil di depan umum bersama suaminya. Hal itu sangat kontras dengan pendahulunya Gerhard Schroeder, yang kerap mendapatkan pertanyaan mengenai hal-hal pribadinya. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA