Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Tikus Berkeliaran di Family Mart Jepang Jadi Viral Ditonton Lima Juta Kali

Kamis 08 Aug 2019 08:18 WIB

Red:

abc news

abc news

Video yang beredar tunjukkan beberapa tikus berkeliaran di jaringan toko Family Mart.

Mungkin karena Jepang negeri yang terkenal akan kebersihan dan keteraturannya, video mengenai tikus yang berkeliaran di sebuah jaringan supermarket telah menjadi viral dan menyebabkan toko tersebut ditutup.

Video yang beredar menunjukkan beberapa tikus berkeliaran di jaringan toko Family Mart di salah satu tokonya di kawasan Shibuya yang populer di ibukota Jepang, Tokyo.

ABC belum bisa memverifikasi keaslian video tersebut namun menurut lembaga penyiaran nasional Jepang NHK, video yang dimuat di YouTube tersebut sudah ditonton lebih dari 5 juta kali.

Video yang juga dimuat di Twitter tersebut menunjukkan sedikitnya enam tikus yang turun dari lemari pendingin yang berisi makanan seperti bento dan onigiri. Klip lainya yang juga berasal dari toko yang sama di Shibuya juga menunjukkan tiga tikus yang berkeliaran di bagian yang menjual makanan hangat.

"Kami meminta maaf karena hal ini membuat anda semua merasa tidak nyaman karenanya," kata Family Mart dalam sebuah pernyataan di situsnya.

"Kami memperlakukan kasus ini dengan serius." kata pernyataan lanjutan perusahaan tersebut, dan mengatakan bahwa toko tersebut sudah ditutup sejak hari Senin dengan penyelidikan dilakukan untuk menemukan penyebabnya.

FamilyMart memiliki sekitar 14 ribu toko di seluruh Jepang, dan mengatakan akan melakukan tindak pencegahan dan pembersihan keseluruhan untuk toko di Shibuya tersebut.

"Kami akan memutuskan apakah akan membuka lagi toko tersebut dengan pertimbangan lingkungan di sekelilingnya."

 

Reuters/ABC

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA