Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

Badan Amal Prancis Selamatkan 81 Imigran

Senin 12 Agu 2019 09:36 WIB

Rep: Lintar Satria Zulfikar/ Red: Nidia Zuraya

Salah satu kapal imigran gelap (ilustrasi).

Salah satu kapal imigran gelap (ilustrasi).

Foto: english.globalarabnetwork.com
Sebagian besar imigran yang diselamatkan berasal dari Sudan

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - -Dua badan amal Prancis selamatkan 81 imigran di perairan Libya. Dengan ini sejak hari Jumat (9/8) mereka sudah menyelamatkan 211 imigran.

Baca Juga

Doctors Without Borders dan SOS Mediterranean menggelar operasi gabungan dengan kapal penyelamat Norwegia Ocean Viking. Sebagian besar yang diselamatkan selama empat hari terakhir ini adalah laki-laki asal Sudan.

Termasuk 81 imigran yang diselamatkan dari kapal karet. Saksi mata di Ocean Viking melihat para laki-laki Sudan itu melambaikan tangan ke arah mereka dan bersorak ketika kapal tersebut mendekati mereka.

"Hanya kami di wilayah ini, penjaga pantai Libya tidak merespin," kata koordinator tim penyelamat SOS Mediterranean Nicholas Romaniuk, seperti dilansir dari Voice of America, Senin (12/8).

Romaniuk memprediksi akan lebih banyak lagi imigran yang akan meninggalkan Libya dalam beberapa hari terakhir. Karena saat ini cuaca sedang bagus dan Iduladha mengurangi jumlah polisi yang berpatroli di pantai-pantai Libya.

Sementara itu, organisasi kemanusiaan Spanyol Open Arms mengatakan 160 imigran yang diselamatkan. Sebanyak tiga orang 'membutuhkan perawatan medis'.

Pada Ahad (11/8) pendiri Open Arms Oscar sudah meminta bantuan kepada pemerintah Eropa. Terutama Italia yang paling dekat dengan pelabuhan penyelamatan.

"Hari kesepuluh di atas kapal pada hari Minggu di bulan Agustus yang panas, kami memiliki 160 alasan untuk terus melanjutkanya, ada 160 manusia yang memiliki hak untuk turun ke pelabuhan penyelamatan," kata Camps.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA