Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Seorang Gadis Diduga Tertembak di Mata Saat Protes Hong Kong

Selasa 13 Aug 2019 15:19 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah

Staf medis menggunakan perban di mata dan masker dalam protes menentang kebrutalan polisi di sebuah rumah sakit di Hong Kong, Selasa (13/8).

Staf medis menggunakan perban di mata dan masker dalam protes menentang kebrutalan polisi di sebuah rumah sakit di Hong Kong, Selasa (13/8).

Foto: AP Photo/Kin Cheung
Insiden itu membuat marah banyak pemrotes.

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- Para pemrotes Hong Kong yang berdemonstrasi pada Senin (12/8) memperjuangkan seorang wanita muda yang dilaporkan terkena tembakan oleh proyektil. Wanita tersebut sebelumnya terkena tembakan oleh polisi pada Ahad malam (11/8) saat protes anti-pemerintah memasuki bulan kedua.

Wanita yang tidak disebutkan namanya, dikatakan sebagai salah satu dari ribuan pengunjuk rasa yang turun ke jalan-jalan Tsim Sha Tsui pada Ahad malam. Ia diduga terkena 'beanbag round' yang ditembakkan polisi.

Namun, ada beberapa laporan yang mengatakan dia adalah tenaga medis. Gambar-gambar wanita berbaring di trotoar dengan wajahnya berlumuran darah, serta foto-foto dengan cepat menjadi viral. Foto yang tampak seperti 'beanbag round' bersarang di kacamata yang ditemukan di sebelahnya.

Rumor juga beredar dia kehilangan penglihatannya. Anggota parlemen pro-demokrasi Roy Kwong mengunggah di Facebook wanita itu dalam kondisi cukup serius.

Dia menjalani operasi di Rumah Sakit Queen Elizabeth di Yau Ma Tei pada Senin pagi setelah perawatan darurat di tempat kejadian. Mengutip sumber-sumber rumah sakit, surat kabar berbahasa China Ming Pao mengatakan bola mata kanannya pecah, dan kelopak mata kanan serta rahang atas juga patah.

"Saya dapat mengonfirmasi lukanya benar-benar serius," kata seorang dokter di rumah sakit itu, dilansir Straits Times, Selasa (13/8).

Seorang komentator di forum online LIHKG, mengaku sebagai adik perempuan itu, mengatakan mata kanan yang terluka membengkak seukuran sebutir telur. "Ada luka panjang dari sudut dalam mata kanan menjadi tepat di bawah mata. Jahitan dilakukan larut malam. Dokter mengatakan cedera itu serius dan tulang-tulang di dekat daerah yang ditembak semuanya retak," ujar unggahan tersebut pada Senin pagi.

Komentator itu juga mengklaim wanita yang terluka itu ada di stasiun bus dan tidak bertindak agresif. Insiden itu membuat marah banyak pemrotes.

Para pengunjuk rasa menggunakan seruan "mata ganti mata" yang juga ditampilkan dalam poster yang menyerukan demonstrasi. Banyak dari mereka menutupi mata kanan mereka dengan penutup mata atau perban pada demonstrasi di bandara internasional Hong Kong pada Senin dalam sebuah ekspresi solidaritas dengan wanita itu.

Namun, polisi membantah pendapat umum yang menyatakan mereka bertanggung jawab atas cedera perempuan tersebut. Pada konferensi pers, Asisten Komisaris Polisi Mak Chin-ho mengatakan tidak ada bukti wanita itu ditembak oleh polisi tetapi mereka telah berjanji menyelidiki masalah tersebut.

Global Times yang dikelola pemerintah China pada Senin mengutip seorang mantan perwira polisi senior yang tidak disebutkan namanya, mengatakan secara teknis tidak mungkin polisi menembak siapa pun di mata. "Lokasi orang yang terluka tidak berada dalam lingkup penembakan polisi. Jika itu adalah beanbag, aku yakin dia pasti sudah mati," kata seorang sumber kepada surat kabar itu.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA