Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

Cina Tolak Kedatangan Dua Kapal AL AS ke Hong Kong

Rabu 14 Agu 2019 12:16 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Ani Nursalikah

Demonstran saat melakukan aksi duduk di terminal kedatangan di Bandara Internasional Hong Kong, Hong Kong, Senin (12/8). Semua penerbangan yang tersisa dibatalkan.

Demonstran saat melakukan aksi duduk di terminal kedatangan di Bandara Internasional Hong Kong, Hong Kong, Senin (12/8). Semua penerbangan yang tersisa dibatalkan.

Foto: AP Photo/Vincent Thian
Pejabat Cina menuduh AS dan pemerintah asing lain berperan dalalm protes Hong Kong.

REPUBLIKA.CO.ID,BEIJING -- Di tengah kerusuhan yang tengah berlangsung di Hong Kong, pejabat Cina menolak permintaan Amerika Serikat (AS) untuk menerima dua kapal Angkatan Laut AS yang akan berkunjung di pelabuhan Cina beberapa pekan mendatang.

"Pemerintah Cina menolak permintaan kunjungan pelabuhan ke Hong Kong oleh USS Green Bay dan USS Lake Erie, yang dijadwalkan tiba dalam beberapa minggu ke depan," kata wakil Juru Bicara Armada Pasifik Angkatan Laut AS Komodor Nate Christensen dilansir CNN, Rabu (14/5).

Kapal dermaga amfibi USS Green Bay dijadwalkan mengunjungi Hong Kong pada 17 Agustus. Kapal penjelajah rudal USS Lake Erie dijadwalkan mengunjungi bulan depan.

"Angkatan Laut AS memiliki rekam jejak panjang kunjungan pelabuhan yang sukses ke Hong Kong dan kami berharap mereka akan melanjutkan. Kami merujuk Anda ke Pemerintah Cina untuk informasi lebih lanjut tentang mengapa mereka menolak permintaan itu," kata Christensen.

Pelarangan ini bukan pertama kalinya para pejabat Cina menolak permintaan AS mengunjungi Hong Kong. Cina juga pernah membatalkan kunjungan kapal AS pada 2018 setelah AS mengusir Cina dari latihan militer besar-besaran. Pengusiran itu sebagai pembalasan atas penyebaran perangkat keras militer Beijing ke pulau buatan manusia di Laut Cina Selatan.

Para pejabat China menuduh AS dan pemerintah asing lainnya memiliki peran dalam mendukung protes pro-demokrasi yang telah mengguncang Hong Kong dalam beberapa pekan terakhir. Protes terjadi sebagai tanggapan terhadap RUU yang akan memungkinkan Hong Kong mengekstradisi individu ke daratan China.

Namun, AS membantah memiliki peran apa pun dalam aksi protes yang masih berlanjut sejak dua bulan lamanya. Presiden Donald Trump mengatakan, bahwa intelijen AS telah menginformasikan ke Pemerintah Cina memindahkan pasukan ke Perbatasan dengan Hong Kong.

"Semua orang harus tenang dan aman," kata Trump melalui akun resmi Twitter-nya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA