Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Polisi Selidiki Penyebab Kematian Remaja Inggris di Malaysia

Rabu 14 Aug 2019 15:06 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Polisi berdiri di dekat foto remaja Inggris Nora Anne Quoirin yang hilang di Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia, Kamis (8/8).

Polisi berdiri di dekat foto remaja Inggris Nora Anne Quoirin yang hilang di Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia, Kamis (8/8).

Foto: AP Photo/Lai Seng Sin
Remaja asal Inggris menghilang saat berlibur di Malaysia dan ditemukan meninggal.

REPUBLIKA.CO.ID, SEREMBAN -- Polisi mengkonfirmasi penemuan jasad Nora Quoirin (15 tahun) yang telah menghilang sejak sepuluh hari lalu. Nora yang berkebutuhan khusus sedang berlibur bersama keluarganya, dan menghilang dari kamarnya di sebuah resort pada Ahad (4/8) lalu. 

Baca Juga

Dilaporkan BBC, polisi mengatakan kedua orang tua Nora telah mengkonfirmasi bahwa jasad yang ditemukan oleh tim pencari pada Selasa (13/8) lalu adalah putri mereka. Wakil kepala polisi Malaysia Mazlan Mansor mengatakan, Nora ditemukan di samping sungai di daerah perkebunan yang berbukit. Dia ditemukan dalam kondisi tidak menggunakan pakaian. Keluarga Nora meyakini, putrinya telah diculik sebelum dibunuh.

Hingga kini penyebab kematian Nora belum dapat dikonfirmasi. Pada Rabu (14/8) ini, polisi akan melakukan pemeriksaan post-mortem. 

Nora dilahirkan dengan holoprosencephaly atau kelainan yang memengaruhi perkembangan otak. Orang tuanya mengatakan, Nora tidak bisa pergi sendiri. Keluarga Nora diketahui tiba di resort Dusun, Seremban, Malaysia pada Sabtu (3/8) untuk berlibur selama dua minggu. 

Ibu korban, Meabh Quoirin telah meminta bantuan kepada siapapun untuk membantunya mencari anaknya itu. Termasuk memberikan imbalan sekitar 12 ribu dolar Amerika Serikat (AS) kepada siapapun yang dapat menemukan Nora. Uang tersebut merupakan dana sumbangan dari sebuah perusahaan yang berbasis di Belfast. Hal itu membuat masyarakat turut serta membantu mencari keberadaan Nora.

Sekitar 300 warga Malaysia membantu pencarian menggunakan drones dan anjing pelacak. Mereka mencari keberadaan Nora dengan memutar suara rekaman ibunya hingga ke kawasan hutan yang berada tidak jauh dari resort tempat keluarga korban tinggal.

Dua orang paranormal juga ikut membantu pencarian Nora. Mereka membantu dengan duduk di tengah hutan sambil menutup mata, berteriak, dan berdoa. Sejumlah pendaki pun ikut membantu pencarian Nora.

Badan Kejahatan Nasional (NCA), polisi Irlandia dan Prancis turut memberikan dukungan kepada pihak berwenang Malaysia. Presiden Irlandia Michael D Higgins mengucapkan belasungkawa kepada keluarga Nora, dan berterima kasih kepada pihak berwenang Malaysia atas upaya pencarian mereka. 

"Doa kita sekarang bersama keluarga Nora, pada saat yang paling sulit ini," ujar Higgins.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA