Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Wartawan Meksiko Ditemukan Tewas dengan Luka Tusuk

Ahad 25 Aug 2019 16:01 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Police Line (ilustrasi)

Police Line (ilustrasi)

Foto: www.nbcmiami.com
Korban mendapat ancaman pada November dan Juni lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, MEXICO CITY -- Wartawan Meksiko ditemukan tak bernyawa dengan luka tusuk di tubuhnya pada Sabtu. Pembunuhan ini menambah daftar kematian wartawan di salah satu negara paling berbahaya di dunia bagi pers.

Jaksa negara bagian Meksiko melaporkan, aparat sedang mendalami penyebab kematian Nevith N (42) yang mayatnya ditemukan di Kota Tejupilco sekitar 122 km dari Mexico City.

Kelompok advokasi Reporters Without Borders mengidentifikasi pria tersebut bernama Nevith Condes Jaramillo, pengelola situs berita lokal El Observatorio del Sur di negara bagian Meksiko.

Condes merilis sejumlah berita yang memicu ketegangan dengan pemerintah daerah. Pada November dan Juni, korban mendapat ancaman.  Juru bicara Reporters Without Borders mengatakan, informasi itu mengutip informasi yang diperoleh dari rekan sejawat Condes.

Reporters Without Borders mengkhususkan Meksiko sebagai negara paling berbahaya bagi wartawan di Belahan Barat.

Jika terbukti sebagai kasus pembunuhan, maka kematian Condes menambah jumlah pembunuhan wartawan Meksiko menjadi sedikitnya 10 orang tahun ini dibandingkan sembilan orang tahun sebelumnya.

Baca Juga

Awal Agustus ini tiga wartawan tewas hanya dalam sepekan saja, termasuk seorang yang mendapat ancaman.

Pembunuhan di Meksiko melonjak dalam paruh pertama 2019 ke rekor tertinggi. Maraknya kekerasan menggarisbawahi tantangan yang dihadapi Presiden Andres

Manuel Lopez Obrador pascapelantikannya pada Desember berjanji akan menurunkan tingkat kekerasan di negara yang hancur akibat kartel narkoba tersebut.


sumber : Antara/Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA