Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Kedatangan Turis ke Hong Kong Anjlok 40 Persen

Senin 09 Sep 2019 19:02 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah

Turis berfoto dengan latar belakangan Kota Hong Kong.

Turis berfoto dengan latar belakangan Kota Hong Kong.

Foto: EPA
Kerusuhan sosial telah merusak citra Hong Kong sebagai kota yang aman.

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- Menteri Keuangan Wilayah Administrasi Khusus Hong Kong Paul Chan menyatakan kedatangan wisatawan merosot hampir 40 persen pada Agustus dibandingkan tahun sebelumnya. Angka itu semakin membuat pariwisata Hong Kong terpuruk dari penurunan lima persen pada Juli lalu.

Baca Juga

Aksi unjuk rasa di Hong Kong memberikan pengaruh besar pada pariwisata kota, ritel, dan bisnis hotel. Chan menyatakan tingkat hunian di hotel turun menjadi sekitar setengahnya, sementara tarif kamar anjlok 40-70 persen.

"Yang paling mengkhawatirkan adalah tampaknya jalan di depan tidak dengan mudah berubah menjadi lebih baik," kata Chan dalam blognya, Ahad (8/9).

Menurut Badan Pariwisata Hong Kong, kedatangan wisatawan Juli turun 4,8 persen pada tahun ini. Angka itu merupakan penurunan tahunan pertama dari Januari 2018 dan persentase penurunan terbesar sejak Agustus 2016.

Penjualan ritel pada Juli mengalami penurunan terbesar dari Februari 2016 di tengah protes antipemerintah. Unjuk rasa telah mencengkeram kota yang dikuasai China itu selama lebih dari tiga bulan.

Chan mengatakan, kerusuhan sosial telah merusak citra Hong Kong sebagai kota internasional yang aman dan pusat perdagangan, penerbangan, dan keuangan. Sementara itu, pada Senin (9/9), ratusan siswa sekolah berseragam membentuk rantai manusia di distrik-distrik di seluruh Hong Kong untuk mendukung para pemrotes anti-pemerintah, setelah bentrokan akhir pekan. Stasiun metro yang ditutup pada Ahad di tengah konfrontasi dibuka kembali.

Chan mengatakan konflik kekerasan yang berulang, pemblokiran jalan, kereta api bawah tanah dan bandara telah menghalangi orang pergi bekerja dan sekolah. Ini juga menyebabkan pembatalan atau penjadwalan ulang sejumlah konferensi dan pameran internasional.

Di samping itu, ia mengatakan total ekspor turun 5,7 persen year-on-year (YoY) pada Juli. Lembaga pemeringkat Fitch Ratings pada Jumat (6/9) menurunkan peringkat jangka panjang penerbit mata uang asing Hong Kong menjadi "AA" dari "AA+", dan menyatakan itu kemungkinan akan berlanjut.

"Pandangan Fitch adalah murni spekulatif, tidak memiliki justifikasi," kata Chan.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA