Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Bukti Baru Ungkap Anggota DPR Australia Gladys Liu Diduga Terkait Partai Komunis China

Rabu 11 Sep 2019 12:10 WIB

Red:

abc news

abc news

Anggota DPR Australia Gladys Liu semakin dipertanyakan kelayakannya di parlemen

Anggota DPR Australia Gladys Liu semakin dipertanyakan kelayakannya untuk duduk di parlemen setelah muncul bukti baru yang mengaitkannya dengan operasi politik terselubung dari Partai Komunis China.

ABC News menemukan dokumen online Pemerintah China yang mencantumkan nama Liu sebagai anggota Asosiasi Pertukaran Luar Negeri di Provinsi Guangdong antara tahun 2003 dan 2015.

Dokumen lainnya menunjukkan wanita keturunan China pertama yang jadi anggota DPR Australia ini sebagai anggota asosiasi itu untuk Provinsi Shandong pada tahun 2010.

Saat itu, Asosiasi Pertukaran Luar Negeri merupakan kepanjangan tangan Dewan Negara di Beijing, suatu lembaga politik dan administrasi Pemerintah China.

Asosiasi ini belakangan dilebur dengan United Front Work Department, sayap Partai Komunis China (PKC), yang digambarkan oleh Presiden Xi Jinping sebagai "senjata ajaib" China.

"Dua asosiasi yang Liu menjadi anggotanya, secara eksplisit dibentuk oleh PKC untuk mempengaruhi negara-negara seperti Australia," jelas peneliti China di Charles Sturt University Clive Hamilton kepada ABC.

Senada dengan itu, Dr Feng Chongyi dari UTS Sydney menjelaskan Asosiasi Pertukaran Luar Negeri merupakan penghubung utama antara Pemerintah Cina dan kaum patriot pro-Beijing yang tinggal di luar negeri.

"Ini salah satu organisasi yang dibuat Pemerintah China untuk operasi Front Bersatu," kata Dr Feng, merujuk pada operasi rahasia untuk menyebar pengaruh China.

"Secara khusus, pekerjaannya mengkhususkan diri merekrut warga dari komunitas China di perantauan," tambahnya.

Dalam pernyataan kepada ABC, Gladys Liu mengatakan dirinya "tidak memiliki hubungan" dengan Asosiasi Pertukaran Luar Negeri China.

Namun, sejumlah sumber menyatakan keyakinannya kepada ABC bahwa Liu ada kaitan dengan organisasi itu.

 

Mereka menunjukkan pujian dari media Pemerintah China di tahun 2007 kepada Liu karena mendirikan Asosiasi China untuk Partai Liberal bekerja sama dengan Partai Liberal negara bagian Victoria.

Sumber juga menyebut kemungkinan adanya kontak antara Liu dengan Ji Jianmin, seorang pemuka masyarakat China di Melbourne.

Ji adalah presiden Huaxing Arts Troupe yang terkenal, yang menyelenggarakan acara budaya di kota itu.

Dr Feng menjelaskan organisasi ini adalah "asosiasi seni budaya andalan yang diselenggarakan secara bilateral oleh Dewan Negara China".

"Statusnya sangat tinggi dalam jaringan Front Bersatu China," tambahnya.

Chairman organisasi ini adalah Tom Zhou, juga dikenal sebagai "Mr Chinatown".

Stasiun TV Channel Nine pernah ini mengidentifikasi Tom Zhou sebagai operator untuk Crown Casino Melbourne, yang bertugas jawab mendatangkan para penjudi kaya dari China termasuk sepupu Presiden Xi Jinping, yaitu Ming Chai.

Baik Ji maupun Zhou tidak bersedia menanggapi pertanyaan dari ABC.

Meski Gladys Liu membantah kaitannya dengan Asosiasi Pertukaran Luar Negeri, namun ABC mengidentifikasi dia hadir di tiga kegiatan organisasi Ji Jianmin tahun lalu.

Mereka juga sempat berfoto bersama di festival Imlek di Melbourne pada Februari 2019, bersama Perdana Menteri Scott Morrison.

Kantor PM Morrison dalam pernyataannya kepada ABC menyebut dia menghadiri beberapa acara Tahun Baru Imlek.

 

"Banyak pertanyaan serius di seputur sosok Gladys Liu," ujar Prof Hamilton.

Dia mengatakan, Parlemen Australia harus memeriksa apakah Liu melanggar Pasal 44 konstitusi, yang mendiskualifikasi setiap anggota yang terkait dengan kekuatan asing.

Menteri Bendahara Negara (Treasurer) Josh Frydenberg secara terpisah mengatakan tidak khawatir dengan tudingan kepada Liu ini.

"Gladys Liu adalah anggota penting dari tim kami," kata Frydenberg.

Kepada jaringan TV Sky News, Liu mengaku "tidak dapat mengingat" apakah pernah terlibat dalam kepengurusan Asosiasi Pertukaran Luar Negeri di dua provinsi.

"Saya dapat memastikan bahwa saya belum pernah menjadi anggota dewan ini. Mereka bisa memasukkan nama Anda di sana tanpa sepengetahuan Anda," katanya.

Dalam laporan ABC sebelumnya disebutkan bahwa Liu memiliki kaitan dengan sayap rahasia Pemerintah China yang bertujuan mempengaruhi pemerintah asing dan para ekspatriat China di luar negeri.

Organisasi dimaksud adalah World Trade United Foundation (WTUF) yang berbasis di Hong Kong dimana Liu ditunjuk sebagai ketua kehormatan.

Para sumber ABC menyebut organisasi ini berafiliasi dengan China untuk mempengaruhi pemerintah asing dan ekspatriat China di negara lain.

Dirangkum dari berbagai sumber untuk ABC Indonesia oleh Farid M. Ibrahim.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA