Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Peserta Olimpiade Matematika Sempat Terdampak Demo Hong Kong

Rabu 11 Sep 2019 17:02 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Ani Nursalikah

Peserta olimpiade matematika asal Indonesia sempat terjebak di Bandara Internasional Hong Kong akibat dampak aksi protes Hong Kong.

Peserta olimpiade matematika asal Indonesia sempat terjebak di Bandara Internasional Hong Kong akibat dampak aksi protes Hong Kong.

Foto: KJRI Hong Kong
Peserta olimpiade matematika Indonesia tersebut berhasil meraih ratusan medali.

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- Acting Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong Mandala Purba mengonfirmasi 31 siswa yang mewakili Indonesia pada olimpiade matematika di Hong Kong sempat terdampak aksi unjuk rasa.

"Beberapa peserta dan orang tua dan guru pendamping sempat terkena dampak demonstrasi di sekitar Bandara Internasional Hong Kong menuju lokasi hotel dan olimpiade," ujar Mandala kepada Republika.co.id, Rabu (11/9).

Untuk itu, KJRI Hong Kong langsung memberikan pendampingan kepada para peserta olimpiade, dan orang tua dan guru pendamping sambil menunggu kendaraan KJRI tiba di lokasi sehingga mengantarkan mereka ke hotel masing-masing. "Kini, para peserta sudah kembali dengan aman dan selamat di Indonesia," ujar Mandala.

Meskipun sempat terdampak demo Hong Kong, peserta olimpiade matematika Indonesia tersebut berhasil meraih ratusan medali. Para peserta yang membanggakan Indonesia ini mendapatkan 28 medali emas, 51 perak, dan 45 perunggu.

Indonesia juga meraih enam penghargaan khusus yang berhasil dimenangkan oleh siswa-siswi tanah air. Di antaranya satu gelar World Star (nilai tertinggi nasional), satu gelar Champions (nilai tertinggi di antara para peserta dari seluruh negara), tiga gelar 1st Runner Up, dan satu gelar 2nd Runner Up.

"Kami turut berbangga atas capaian siswa-siswi yang kembali mengharumkan nama Indonesia di kompetisi internasional. Semoga prestasi ini dapat menjadi motivasi untuk meraih capaian yang lebih baik ke depannya," ujar Mandala.

Layaknya seluruh peserta Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO) Final 2019 dari negara lain, putra-putri Indonesia juga sebelumnya telah melalui tahap seleksi di Indonesia. Di Hong Kong, mereka bersaing dalam dua tingkatan yang dikompetisikan, yaitu Junior dan Senior, pada 31 Agustus 2019. Dari segi soal, peserta Indonesia harus menghadapi tipe soal yang bervariasi dan berkelas olimpiade internasional.

Sementara dari segi negara peserta, Australia dan Filipina menjadi saingan terberat dalam HKIMO Final 2019 ini. Para peserta yang meraih medali emas akan bertanding dalam World International Mathematical Olympiad (WIMO) di Tokyo pada Desember 2019.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA