Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Polisi Australia Minta Maaf Ke Pesepak Bola Asal Bahrain Atas Penahanannya

Selasa 22 Oct 2019 05:05 WIB

Red:

.

.

Kesalahan birokrasi menyebabkan penduduk tetap Australia itu ditahan.

Kepala Kepolisian Federal Australia (AFP) telah meminta maaf secara pribadi kepada pemain sepak bola Hakeem al-Araibi atas penahanannya di penjara Thailand selama berbulan-bulan.

Poin utama:

• Hakeem al-Araibi ditangkap ketika ia pergi ke Thailand untuk berbulan madu dan menghabiskan 77 hari di penjara setempat
• Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, campur tangan secara pribadi dalam kasus ini, mendesak Perdana Menteri Thailand untuk membebaskan al-Araibi dari penahanan
• Komisaris Kershaw menggambarkan kegagalan birokrasi ini sebagai "kurangnya konektivitas" antara lembaga pemerintah dan Interpol

Komisaris Reece Kershaw, yang mengambil alih jabatan puncak di AFP awal bulan ini, mengatakan kepada sebuah komite Senat Australia bahwa kesalahan birokrasi menyebabkan penduduk tetap Australia itu ditahan.

Al-Araibi ditangkap oleh pihak berwenang Thailand ketika ia tiba di Bangkok untuk bulan madu di bulan November 2018, karena Bahrain telah mengeluarkan pemberitahuan merah Interpol terhadapnya atas tuduhan vandalisme. Al-Araibi telah lama bersikeras bahwa tuduhan Bahrain bermotivasi politik.

Komisaris Kershaw mengatakan ia merasa perlu menulis langsung kepada pemain sepak bola itu untuk meminta maaf, setelah meninjau kasus ini pasca mengambil alih kepemimpinan AFP.

"Saya telah mengirim surat kepada al-Araibi untuk menyampaikan permintaan maaf AFP atas penahanannya di Thailand," kata Komisaris Kershaw.

"Dan untuk meyakinkan al-Araibi bahwa AFP terus meninjau dan meningkatkan proses ini dengan berkonsultasi dengan lembaga terkait lainnya untuk memastikan kami merespon masalah ini dengan tepat di masa mendatang."

"Sebagai organisasi yang bertanggung jawab kepada masyarakat, saya merasa itu tepat untuk dilakukan," katanya.

Al-Araibi menghabiskan 77 hari dalam tahanan dan baru dibebaskan ketika kasus untuk mengekstradisinya ke Bahrain dibatalkan.

Penangkapan dan penahanannya mengundang kecaman luas di Australia. Perdana Menteri Australia Scott Morrison campur tangan secara pribadi dalam kasus ini, mendesak Perdana Menteri Thailand untuk membebaskan al-Araibi dari penahanan.

Komisaris Kershaw mengatakan kepada Senat bahwa para pejabat AFP tak mengetahui bahwa al-Araibi mendapat perlindungan di Australia hingga ia ditahan di Thailand.

Seandainya petugas perbatasan memberi tahu AFP dan Departemen Dalam Negeri tentang status perlindungannya, Thailand tak akan diberitahu tentang status merah yang dikeluarkan terhadapnya.

Komisaris Kershaw menggambarkan kegagalan birokrasi ini sebagai "kurangnya konektivitas" antara lembaga pemerintah dan Interpol.

Simak berita-berita menarik lainnya di situs ABC Indonesia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA