Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Boungainville Memilih Merdeka dari Papua Nugini

Rabu 11 Dec 2019 13:30 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Papua Nugini

Papua Nugini

Foto: Aljazirah
Boungainville melaksanakan referendum untuk merdeka dari Papua Nugini.

REPUBLIKA.CO.ID, BOUNGAINVILLE -- Hasil referendum menyatakan Bougainville memilih merdeka dari Papua Nugini. Hal itu menjadi langkah pertama pulau di Selatan Pasifik itu untuk menjadi negara yang paling baru di dunia.

Baca Juga

Ketua Komisi Referendum Boungainville Bertie Ahern bergembira ketika ia mengumumkan hasil referendum di sebuah aula publik di provinsi otonomi tersebut pada Rabu (11/12). Namun, hasil referendum tidak mengikat.

Kemerdekaan harus dinegosiasikan antara pemimpin Bougainville dan Papua Nugini. Hasil akhirnya akan diumumkan anggota parlemen Papua Nugini. Dari 181 ribu suara yang dikumpulkan selama dua pekan, sekitar 85 persen memilih merdeka dari Papua Nugini.

Referendum adalah unsur utama dalam kesepakatan damai pada 2001 yang mengakhiri perang sipil di Boungainville. Konflik di pulau sebelah timur Papua Nugini itu menewaskan sekitar 15 ribu orang.

Kekerasan di Boungainville dimulai pada akhir tahun 1980-an. Dipicu oleh konflik tambang tembaga di Panguna. Tembaga sempat menjadi menjadi ekspor terbesar bagi Papua Nugini. Namun, rakyat Boungainville merasa tidak mendapat manfaat dari penambangan di daerah mereka. Penambangan itu hanya merusak lingkungan dan mengganggu cara hidup tradisional mereka.

Sejak konflik pecah penambangan tersebut sudah ditutup. Beberapa orang yakin penambangan itu dapat menjadi sumber pendapatan bagi Bougainville ketika wilayah itu merdeka. Proses pemisahan membutuhkan waktu bertahun-tahun. 

sumber : AP
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA