Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Rekaman Video Ungkap Pesawat Ukraina Ditembak 2 Rudal

Rabu 15 Jan 2020 13:29 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Warga berkerumun di antara puing pesawat Ukraina yang jatuh di Shahedshahr, barat daya ibu kota Teheran, Iran, Rabu (8/1). Pesawat itu membawa 176 penumpang yang jatuh tak lama setelah lepas landas.

Warga berkerumun di antara puing pesawat Ukraina yang jatuh di Shahedshahr, barat daya ibu kota Teheran, Iran, Rabu (8/1). Pesawat itu membawa 176 penumpang yang jatuh tak lama setelah lepas landas.

Foto: AP Photo/Ebrahim Noroozi
Dua rudal ditembakkan terpisah dalam waktu 30 detik ke pesawat Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Sebuah video terbaru menunjukkan detik-detik ketika rudal menabrak pesawat penumpang Ukraina di atas ibukota Iran. New York Times memverifikasi rekaman kamera keamanan yang menunjukkan dua rudal ditembakkan secara terpisah dalam waktu 30 detik.

Dalam video itu, serangan rudal pertama melumpuhkan transponder pesawat. Setelah terkena serangan rudal pertama, pesawat terlihat masih terbang. Kemudian, pesawat terbakar karena tertembak rudal kedua, sehingga akhirnya jatuh ke daratan dan meledak. Insiden tersebut telah menewaskan 176 penumpang serta awak pesawat.

Rekaman video itu pertama kali dilaporkan oleh surat kabar New York Times dan CNN. Sejak awal pesawat Ukraina jatuh, pejabat Kanada, AS, dan Inggris dengan tegas menyatakan bahwa pesawat itu ditembak oleh rudal Iran. Namun, Iran berulang kali membantah hingga akhirnya mengakui kesalahannya.

Baca Juga

Pada Sabtu, Komandan Dirgantara Garda Revolusi Iran, Amir Ali Hajizadeh mengakui bahwa seorang operator rudal salah sasaran tembak. Operator itu mengira pesawat Ukraina memiliki rudal jelajah dan akan segera melepaskan tembakan rudalnya.

Berdasarkan rekaman video itu, New York Times melaporkan bahwa pesawat sempat berputar kembali ke bandara Teheran. Namun, beberapa menit kemudian meledak dan jatuh. Rekaman itu diambil dari atap di Bidkaneh, sebuah desa sejauh empat mil dari situs militer Iran.

Tragedi salah tembak ini memicu kemarahan warga Iran. Mereka menggelar aksi demo dan meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA