Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

NASA: Asap Kebakaran Australia akan Menyebar ke Seluruh Bumi

Kamis 16 Jan 2020 02:50 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Friska Yolanda

Suasana Melbourne Park, lokasi Australia Open saat diselimuti kabut asap.

Suasana Melbourne Park, lokasi Australia Open saat diselimuti kabut asap.

Foto: EPA-EFE/MICHAEL DODGE
Kebakaran Australia menyebabkan badai petir yang disebabkan oleh api.

REPUBLIKA.CO.ID, CAPE CANAVERAL -- Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mencatat asap dari kebakaran hutan Australia akan menyebar ke seluruh dunia. NASA telah menggunakan jaringan satelitnya untuk memantau asap dan aerosol dari kebakaran hutan Australia.

Baca Juga

Melihat kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya, NASA mencatat bahwa kebakaran telah menyebabkan badai petir yang disebabkan oleh api. Badai petir ini disebut juga sebagai pyrocumolonimbus.

"Peristiwa ini menyediakan jalur bagi asap untuk mencapai stratosfer lebih dari 10 mil (16 km) di ketinggian. Sekali di stratosfer, asap dapat menempuh ribuan mil dari sumbernya, mempengaruhi kondisi atmosfer secara global," kata NASA, dikutip Fox News, Rabu (15/10).

NASA melacak pergerakan asap dari kebakaran Australia yang tinggi. "Asap ini memiliki dampak dramatis pada Selandia baru, menyebabkan masalah kualitas udara yang parah di seluruh wilayah dan salju yang tampak lebih gelap di puncak gunung," kata NASA.

Badan antariksa tersebut mencatat, pada 8 Januari asap dari kebakaran Australia sudah menyebar di belahan dunia. Ketika asap melintasi Amerika Selatan, langit berubah menjadi kabur dan menyebabkan matahari terbit dan terbenam terlihat berwarna-warni.

"Asap itu diperkirakan membuat setidaknya satu sirkuit penuh di seluruh dunia, sekali lagi kembali ke langit di atas Australia," tambah NASA.

Astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional juga telah berbagi gambaran mengani Australia yang diambil dari laboratorium ruang angkasa. "Awan abu besar menutupi Australia saat kami terbang menuju matahari terbenam," tulis Astronot Luca Parmitano, dalam akun Twitter miliknya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA