Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

'Sekolah Libur dan Bendungan Hampir Penuh': NSW Direndam Banjir

Selasa 11 Feb 2020 09:19 WIB

Red:

.

.

Sebanyak 54 sekolah tutup dan warga Sydney dihimbau untuk tidak meninggalkan rumah.

Banjir melanda sebagian wilayah di negara bagian New South Wales termasuk ibukotanya Sydney setelah diguyur hujan deras sejak tiga hari yang lalu.

  • Curah hujan tinggi NSW akibatkan banjir
  • Sekolah libur dan warga dihimbau tidak keluar rumah
  • Dewan Asuransi keluarkan sebutan "bencana besar"

 

Sebanyak 54 sekolah tutup dan warga Sydney dihimbau untuk tidak meninggalkan rumah sementara para petugas melakukan pembersihan di beberapa area.

Selain gangguan beraktivitas, banjir tersebut juga mengakibatkan hilangnya seorang pengendara mobil Mercedes yang menurut saksi terbawa arus.

Hari Senin (10/2/2020) siang, Polisi NSW yang melakukan pencarian mengatakan belum menemukan sang pengendara.

Sementara itu sebanyak 200 orang pengemudi mobil yang menerobos banjir telah berhasil diungsikan.

Akibat kekacauan tersebut, Dewan Asuransi Australia yang menerima 10.000 klaim sepanjang akhir pekan kemarin dan mengeluarkan sebutan "bencana besar".

'Belum pernah setinggi ini'

 

Malam tadi, warga di Pantai Utara Sydney tepatnya di Narrabeen Lagoon, harus mengungsi ke daratan yang lebih tinggi karena properti mereka terancam terendam air.

Sungai Georges sepanjang 96 km di Sydney meluap di luar perkiraan warga sekitar hingga akhirnya memaksa mereka untuk mengungsi.

Biro Meteorologi di Australia (BOM) empat hari yang lalu mengatakan bahwa curah hujan di Sydney belum pernah setinggi tahun ini sejak 1990.

Curah hujan tersebut mengakibatkan volume air di Bendungan Warragamba meningkat dalam kurun beberapa hari dari 42 persen menjadi 70 persen.

"Ini akan membawa perubahan besar terhadap kondisi air di Sydney." kata Tony Webber dari lembaga Air New South Wales.

Warga tidak menghiraukan himbauan

 

Kepala Layanan Darurat NSW menyayangkan pengendara kendaraan bermotor yang tidak menghiraukan peringatan mereka bahwa banjir bisa saja mengancam nyawa.

"Pagi ini 400 orang sukarelawan gawat darurat mendata orang yang harus diselamatkan dan sekitar 150 di antaranya adalah dari kasus banjir."

"Pesan bagi pengendara kendaraan bermotor terutama di pusat kota adalah untuk sebisa mungkin menghindari jalanan."

Tidak hanya mengganggu arus lalu di jalanan, banjir juga mengacaukan jadwal perjalanan kereta hingga stasiun dipadati warga.

 

Jadwal pelayaran kapal feri dari Manly dan Parramatta, sekitar 17-25 km dari pusat kota Sydney, sempat tertunda.

Badan Metereologi di Australia (BOM) mengatakan hujan deras dan banjir bandang diperkirakan akan turun di Pantai Selatan Sydney.

Hujan tersebut diperkirakan akan mereda dan menuju negara bagian Victoria siang ini.

Namun, kondisi udara di NSW akan tetap basah dan lembab dan petir akan menyambar di daerah timur dan bagian lereng utara barat hingga beberapa hari ke depan.

Simak berita-berita lainnya dari ABC Indonesia

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA