Ahad 22 Mar 2020 10:32 WIB

Virus Corona Menyebar, Pekerjaan Hilang, Warga India Mudik

India memiliki perawatan kesehatan masyarakat yang lemah, terutama di pedesaan.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Agus Yulianto
Penjual minuman tebu di pinggiran Rae Bareli, Uttar Pradesh, India. (Ilustrasi)
Foto: AP Photo/Rajesh Kumar Singh
Penjual minuman tebu di pinggiran Rae Bareli, Uttar Pradesh, India. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,  MUMBAI -- Ribuan warga kelas bawah yang bekerja di kota besar India memutuskan mudik untuk kembali ke desa, Sabtu (21/3). Fenomena itu terjadi ketika mata pencaharian mereka telah hilang karena tindakan pencegahan penyebaran virus corona.

Sekitar seperlima dari 271 kasus virus corona yang dikonfirmasi di India telah dilaporkan di negara bagian barat Maharashtra. Sejauh ini, India telah melaporkan  empat kematian akibat virus tersebut.

Perdana Menteri Narendra Modi mendesak warga India untuk tinggal di rumah untuk memerangi wabah tersebut. Pemerintah negara bagian Maharashtra juga memerintahkan penutupan semua toko dan kantor, selain dari yang menyediakan layanan penting, hingga 31 Maret.

Bagi warga India yang bekerja membawa becak atau menjalankan warung makan mengalami guncangan ekonomi dari tindakan pengendalian seperti itu. Hal ini pun mendorong mereka untuk pergi ke rumah keluarga di desa dengan kebutuhan hidup yang lebih murah.

"Pekerjaan telah berhenti. Saya akan kembali dan bekerja di pertanian, "kata Rakesh Kumar Gupta yang sebelumnya menjual kelambu dan memutuskan untuk mudik ke negara bagian utara Uttar Pradesh.

Selain Kumar, ratusan orang lainnya berdesak-desakan dalam antrean panjang untuk naik kereta api di stasiun Lokmanya Tilak Terminus, Mumbai. Operator kereta api milik pemerintah India menggunakan 17 layanan kereta api khusus sejak Jumat. Juru bicara Shivaji Sutar, penambahan ini dilakukan untuk mengangkut orang keluar dari wilayah Mumbai ke India bagian timur dan utara.

Tapi, peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran baru dengan penyebaran virus yang lebih luas karena perpindahan populasi skala besar ke daerah pedesaan. Dengan jumlah penduduk mencapai 1,3 miliar orang, India memiliki perawatan kesehatan masyarakat yang lemah, terutama di pedesaan.

"Ini benar-benar adalah awal dari penyebaran masyarakat, dengan asumsi tidak ada pelopornya," kata profesor kesehatan masyarakat di Universitas Jawaharlal Nehru di New Delhi, Dr. Rajib Dasgupta.

Juru bicara Indian Railways mengatakan, perusahaan sedang melakukan pemeriksaan penumpang dan melatih pekerja di atas armada jika terjadi keadaan darurat. Namun, dengan kondisi gerbong yang penuh sesak, penanganan tersebut tetap saja mengkhawatirkan.

Terlebih lagi setelah Kementerian Perkeretaapian menyatakan selusin orang yang bepergian dengan kereta api dalam beberapa hari terakhir telah dinyatakan positif COVID-19 pada Jumat. "Penumpang disarankan untuk menghindari perjalanan yang tidak penting untuk keselamatan sesama warga," ujarnya. 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement