Rabu 26 Aug 2020 00:45 WIB

Istri Pria yang Percaya Konspirasi, Meninggal karena Covid

Suami-istri di Florida AS mempercayai teori konspirasi dan kemudian terinfeksi Covid.

Rep: Farah Noersativa/ Red: Andri Saubani
Seorang petugas kesehatan melakukan tes Covid-19 di Orange County Convention Center, Minggu, 12 Juli 2020, di Orlando, Florida. (ilustrasi)
Foto: AP/John Raoux
Seorang petugas kesehatan melakukan tes Covid-19 di Orange County Convention Center, Minggu, 12 Juli 2020, di Orlando, Florida. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Brian Lee Hitchens merasa kehilangan setelah istrinya pada akhirnya meninggal dunia karena Covid-19. Pria asal Florida Amerika Serikat itu sebelumnya tertular virus ini bersama dengan istrinya, Erin.

Brian sendiri sembuh total. Dilansir di laman Unilad, Selasa (25/8), sebelumnya mereka berdua sempat mempercayai bahwa Covid-19 adalah tipuan dan merupakan sebuah teori konspirasi. Brian yang merupakan seorang supir taksi itu membaca teori konspirasi secara daring tentang virus corona terbaru itu.

Baca Juga

Menurut teori itu, virus corona terbaru itu mirip dengan flu biasa. Mereka juga mempercayai virus itu terkait dengan 5G sehingga diyakini bahwa itu tidak seserius yang dibayangkan pejabat.

Karena mereka percaya teori konspirasi yang beredar di internet, baik Brian maupun Erin mengabaikan anjuran jaga jarak sosial dan fisik yang dianjurkan sejak awal pandemi. Brian pun masih terus bekerja sebagai sopir taksi. Sementara Erin yang adalah seorang pendeta, memiliki masalah kesehatan termasuk asma dan gangguan tidur.

Pada Mei lalu, keduanya pun jatuh sakit tertular virus Covid-19. Berbicara kepada BBC News, mereka sempat gagal mencari bantuan medis.

“Saya berharap saya mendengarkan nasihat yang diberikan pada saat itu, dan berharap mendiang istrinya akan memaafkannya,” ujar Brian.

Brian menyatakan secara tegas dalam pernyataannya, bahwa virus corona yang menjadi pandemi ini adalah irus nyata yang mempengaruhi orang secara berbeda. Dalam tulisannya, dia menyesali telah mempercayai teori konspirasi.

“Saya tidak bisa mengubah masa lalu. Saya hanya bisa hidup hari ini dan membuat pilihan yang lebih baik untuk masa depan. Sekarang Erin telah dalam damai dan tidak lagi menderita,” kata dia.

Selain itu dia menulis, bahwa orang-orang sebaiknya tidak perlu mengacau atas apa yang terjadi karena pandemi ini. Dia meminta tolong kepada orang-orang untuk mendengarkan nasihat pihak berwenang dan tak mengacuhkan nasihat para ahli.

“Kita tidak perlu takut akan hal ini dan dengan mengindahkan nasihat tersebut tidak berarti Anda takut, itu berarti Anda menunjukkan kebijaksanaan selama masa epidemi ini,” terang dia.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement